Harga Minyak Global Terus Naik, Kebutuhan Akan Dolar AS Berpotensi Membengkak

AKURAT.CO Kenaikan harga minyak mentah dunia berpotensi menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah karena kebutuhan dolar AS untuk membiayai impor energi dapat meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian ketika rupiah masih berada di kisaran Rp17.800 per USD dan harga minyak bergerak jauh di atas asumsi pemerintah.
Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah pada 22 September 2026 berada di level Rp17.855 per USD. Posisi tersebut melemah 0,78% dibandingkan level akhir Agustus 2026. BI menyebut rupiah sebelumnya sempat menguat hingga pertengahan September, tetapi kembali mendapat tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian kondisi global.
Di sisi lain, harga minyak Indonesia juga berada di atas asumsi yang digunakan dalam APBN. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia mengatakan, rata-rata harga minyak nasional dari Januari hingga September 2026 berada di kisaran USD85-USD90 per barel, sementara asumsi harga minyak dalam APBN 2026 ditetapkan USD70 per barel.
Baca Juga: Rupiah Ambruk 75 Poin ke Rp17.978
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, kombinasi harga minyak yang tinggi dan pelemahan rupiah perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan kebutuhan dolar untuk memenuhi kebutuhan impor energi. "Kalau kita melihat beban energi, ini berpotensi membuat kebutuhan dolar yang cukup besar untuk memenuhi kuota impor energi," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin (28/9/2026).
Menurut Ibrahim, kenaikan harga minyak tidak hanya berdampak terhadap nilai impor secara nominal. Ketika harga minyak meningkat, kebutuhan pembayaran dalam dolar AS untuk volume impor yang sama juga dapat bertambah.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting karena Indonesia masih mengalami defisit pada perdagangan sektor migas. Berdasarkan data BPS yang dikutip dalam data perdagangan terbaru, surplus perdagangan Indonesia secara keseluruhan pada Juli 2026 mencapai USD121,9 juta.
Namun, sektor migas masih mencatat defisit, sementara surplus perdagangan ditopang sektor nonmigas. Tekanan dari sektor migas juga tercermin dalam transaksi berjalan. Bank Indonesia mencatat transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II-2026 mengalami defisit USD12,5 miliar atau 3,3% terhadap PDB.
BI menyebut pelebaran defisit antara lain dipengaruhi meningkatnya defisit perdagangan migas akibat kenaikan impor minyak seiring tingginya harga minyak dunia. Ibrahim memperkirakan kondisi tersebut dapat berlanjut apabila harga minyak tetap bertahan tinggi pada kuartal III-2026.
"Defisit transaksi berjalan di kuartal kedua kemarin itu adalah 3,3 persen terhadap produk domestik bruto. Ada kemungkinan besar di bulan Juli, Agustus, September, harga minyak di atas 90, ada kemungkinan besar ini akan membuat defisit transaksi berjalan di kuartal ketiga ini akan lebih besar daripada defisit transaksi berjalan di kuartal kedua," ujarnya.
Kebutuhan dolar untuk impor energi pada akhirnya dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasar valuta asing. Ketika permintaan dolar meningkat, sementara pasokan valuta asing tidak bertambah dalam jumlah yang sebanding, nilai tukar rupiah dapat menghadapi tekanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








