Bukan Cuma Transaksi, Ini Jalur Sentimen yang Bisa Tekan Rupiah

AKURAT.CO Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak semata-mata ditentukan oleh kebutuhan dan ketersediaan valuta asing (valas) di pasar.
Bank Indonesia (BI) melihat terdapat jalur lain yang turut memengaruhi rupiah, yakni sentimen dan persepsi pelaku pasar sebelum transaksi benar-benar terjadi.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, pergerakan mata uang suatu negara dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Faktor tersebut dapat berupa sentimen, kebutuhan, maupun fundamental ekonomi.
Baca Juga: Rupiah Ditaksir Melemah ke Rp18.030 Seiring Fokus Pasar ke The Fed dan Konflik AS-Iran
"Mungkin yang pertama yang ingin saya sampaikan, pergerakan mata uang sebuah negara itu dipengaruhi oleh faktor yang sifatnya global dan juga domestik. Ada yang sifatnya itu sentimen, ada juga yang sifatnya itu kebutuhan," kata Erwin dalam taklimat media, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, sentimen dapat muncul dari pernyataan atau perkembangan tertentu yang kemudian memengaruhi perilaku pelaku ekonomi. Sentimen global, misalnya, dapat berasal dari kebijakan Amerika Serikat terkait tarif, hubungan antarnegara, hingga konflik geopolitik.
Pernyataan tersebut kemudian tidak berhenti pada level persepsi. Pelaku pasar dapat merespons dengan mengambil posisi investasi tertentu. Ketika sentimen yang terbentuk negatif, sebagian pelaku pasar dapat memilih mengurangi eksposur terhadap aset di negara tertentu.
Baca Juga: HSBC: Rupiah ke Rp18.000 per Dolar AS Belum Tentu karena Ekonomi Indonesia Melemah
"Statement ini kemudian menggerakkan laku ekonomi untuk mengambil aksi. Umumnya karena kekhawatiran," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








