Kurang Sehat, 37 Sopir Bus di Terminal Pulogebang Dilarang Lakukan Perjalanan

AKURAT.CO Sebanyak 37 pengemudi bus di Terminal Pulogebang dilarang melakukan perjalanan, lantaran sedang dalam kondisi sakit.
Demikian disampaikan Kapolres Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, saat meninjau pengamanan di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Selasa (24/12/2024).
Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran pemberangkatan penumpang saat liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Baca Juga: Libur Nataru 2024 Tiba, Simak 8 Tips Menghindari Kemacetan Selama Liburan Natal dan Tahun Baru
Termasuk, pemeriksaan kondisi bus dan kesehatan pengemudi.
"Dari 274 sopir yang telah dilakukan pengecekan kesehatan, ada 37 sopir yang tidak layak untuk melakukan perjalanan karena kesehatannya kurang baik," jelasnya.
Nicolas mengingatkan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan selama perjalanan mudik.
Baca Juga: PIS Siapkan 326 Armada Tanker demi Kelancaran Distribusi BBM dan LPG Saat Nataru
Polres Jaktim juga telah menyiagakan Pos Pelayanan Terpadu Operasi Lilin Jaya 2024 dalam selama Nataru untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang di lingkungan terminal.
Nicolas berharap upaya-upaya tersebut dapat memperlancar kegiatan mudik Nataru tahun ini.
Dengan kehadiran dan dukungan aparat Kepolisian juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik selama perjalanan.
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Pastikan Kelancaran dan Kenyamanan Jelang Nataru
Dalam kesempatan itu, Nicolas turut melakukan pelepasan 63 bus yang mengangkut 2.392 pemudik dalam program Mudik Gratis Kementerian Perhubungan di Terminal Pulogebang.
Program mudik gratis bertujuan untuk mengurangi penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi, sehingga diharapkan dapat meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas pada saat libur Nataru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








