DPRD Dorong Modernisasi Perpustakaan, Ingin Baca Buku Jadi Gaya Hidup Warga Jakarta

AKURAT.CO Komisi E DPRD Jakarta mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) melakukan modernisasi perpustakaan, agar menjadi ruang baca yang nyaman sekaligus pusat kegiatan literasi warga.
Sekretaris Komisi E DPRD Jakarta, Justin Adrian, mengatakan, modernisasi penting untuk menciptakan lingkungan perpustakaan yang kondusif dan menyenangkan, sehingga minat membaca bisa tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup warga Jakarta.
"Kita akan membuat para peminat baca mendapat lingkungan senyaman mungkin," katanya, kepada wartawan, Minggu (10/8/2025).
Baca Juga: Pengangguran di Jakarta Didominasi Anak Muda, Pemprov Harus Beri Perhatian Khusus
Bagi Justin, perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, melainkan ruang hidup yang memotivasi pengunjung untuk betah berlama-lama membaca, berdiskusi atau terlibat dalam kegiatan literasi.
Anggota Komisi E DPRD Jakarta, Yudha Permana, menambahkan, Dispusip dapat meniru konsep perpustakaan di Kota Melbourne dan Perth yang memadukan teknologi dengan konten sejarah.
Dia menyarankan adanya kerja sama dengan Dinas Kebudayaan untuk menampilkan informasi tokoh pahlawan dan sejarah Betawi dalam format pop-up dan tayangan multimedia.
Baca Juga: Komisi A DPRD Protes Lowongan Damkar Diburu Warga Non-Jakarta: Prioritaskan Warga Jakarta
"Saya pernah lihat di salah satu perpustakaan di Melbourne dan Perth. Tayangan sejarah itu membuat pengunjung penasaran dan betah," kata Yudha.
Menurutnya, teknologi dapat digunakan untuk menyajikan kisah tokoh seperti Si Pitung, Benyamin Sueb dan Ali Sadikin secara visual dan interaktif.
Konsep ini diharapkan bisa menarik generasi muda bukan hanya untuk membaca, tetapi juga mempelajari sejarah dan budaya lokal.
Baca Juga: Keliling Jakarta Cuma Rp 80 di 17 Agustus 2025? Ini 7 Ide Aktivitas Seru Rayakan HUT RI ke-80
Di tengah gempuran hiburan digital, Yudha membayangkan perpustakaan yang dipenuhi anak-anak dan remaja yang tersenyum saat membuka buku. Lalu berhenti sejenak terpaku pada layar interaktif yang menampilkan kisah pahlawan Jakarta.
"Sehingga anak-anak muda penerus bangsa kita mau hadir sambil dia melihat, belajar sejarah sambil membaca buku," tutupnya.
Baca Juga: Prevalensi Stunting di Jakarta Naik di 2024, PSI Desak Revisi Program Gizi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







