Pramono Anung: Jakarta Perkuat Mitigasi Cuaca Ekstrem, 600 Pompa Disiagakan

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperkuat mitigasi menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan rob.
Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan BPBD Jakarta, BNPB, dan BMKG, termasuk pelaksanaan modifikasi cuaca.
“Pemerintah Jakarta sudah bekerja sama dengan BPBD, Badan Penanggulangan Bencana Pusat, dan BMKG,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).
Pramono menyebut hujan lebat berpotensi turun hari ini, sementara puncak cuaca ekstrem diprediksi terjadi pada Jumat (5/12/2025). Menurutnya, tanpa modifikasi cuaca, banjir di sejumlah titik dapat bertambah parah.
“Kalau tidak ada pengaturan hujan, pasti banjirnya lebih parah,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan, rob mulai naik di beberapa wilayah pesisir seperti Muara Angke dan Jalan Martadinata.
Kondisi cuaca yang terlihat berubah cepat, dari mendung ke cerah dengan hujan terbatas, disebutnya merupakan hasil modifikasi cuaca yang sedang dijalankan.
Pemprov Jakarta akan melanjutkan modifikasi cuaca hingga Januari 2026. Selain itu, pengecekan seluruh infrastruktur pengendalian banjir terus dilakukan, termasuk kesiapan pompa air.
Baca Juga: Soal Ucapan ‘Tobat Nasuha’ Cak Imin, Raja Juli Minta Menteri Kompak, Bukan Saling Sindir
“Kami akan melakukan beberapa modifikasi cuaca dan penyiapan pompa-pompa yang ada,” kata Pramono.
Ia menyebut lebih dari 600 pompa telah disiagakan untuk mengantisipasi banjir dan rob, terutama di wilayah pesisir.
“Pompa itu kurang lebih 600 lebih yang kita siapkan,” ujarnya.
Menurut Pramono, pompa di Muara Angke dan kawasan pesisir lainnya sudah beroperasi saat rob mulai naik.
BPBD Imbau Warga Pesisir Waspada
BPBD Jakarta mengingatkan warga pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir rob. Gelombang pasang diperkirakan terjadi pada 4–6 Desember 2025 dengan puncak pada Jumat (5/12/2025) pukul 09.00 WIB.
Enam wilayah di Jakarta Utara masuk kategori waspada, yakni Kamal, Muara Angke, Baywalk Pluit, Sunda Kelapa, RE Martadinata, dan Blencong Marunda.
BPBD meminta warga memantau perubahan muka air laut yang dapat berubah dalam hitungan menit, serta mengurangi aktivitas di pesisir pada jam-jam puncak pasang.
Pemprov menyediakan kanal informasi resmi untuk memantau kondisi cuaca dan banjir secara real-time, seperti:
-
peringatan dini gelombang pasang dari BPBD,
-
aplikasi JAKI untuk pelaporan genangan,
-
laman pantaubanjir.jakarta.go.id untuk data terkini wilayah.
Selain itu, layanan darurat 112 disiagakan untuk membantu warga jika terjadi situasi kritis.
BPBD menegaskan koordinasi dengan kelurahan, kecamatan, dan instansi teknis telah dilakukan untuk memastikan respons cepat ketika terjadi kenaikan air laut atau genangan.
Baca Juga: 7 Kalimat Sederhana yang Menunjukkan Anda Punya Kecerdasan Emosional Tinggi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









