60 Ribu Masker Pokana Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana Alam

AKURAT.CO PT Tata Global Sentosa (Tasen) menyalurkan 60.000 masker merek Pokana untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.
Bantuan tersebut disalurkan melalui organisasi nonpemerintah Sekolah Relawan di Depok, Jawa Barat.
Masker akan diperuntukkan bagi masyarakat terdampak abu vulkanik di Jabodetabek dan Banten, penyintas kebakaran hutan dan lahan, serta korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Head of Marketing PT Tata Global Sentosa, Kemal, mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk turut memberikan dukungan kepada masyarakat dalam situasi bencana.
"Kami melihat bahwa dalam kondisi seperti ini, kebutuhan masyarakat bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga bagaimana kita bisa memberikan perlindungan sederhana yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Melalui Pokana kami ingin ikut hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat," ujar Kemal saat penyerahan donasi di Sekolah Relawan, Beji, Depok, Selasa (15/9/2026).
Menurut dia, masker menjadi salah satu bentuk perlindungan sederhana yang dapat digunakan masyarakat ketika harus beraktivitas di tengah paparan debu maupun partikel di udara.
"Bagi kami aksi ini bukan sekadar kegiatan CSR, tetapi merupakan bentuk nyata dari nilai perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat dan memberikan kontribusi ketika dibutuhkan," katanya.
Kemal menambahkan, kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan dalam skala besar.
"Satu masker mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika diberikan kepada orang yang membutuhkan pada saat yang tepat, manfaatnya bisa menjadi sangat berarti," ucapnya.
Director of Marketing Communication Sekolah Relawan, Thea Rahmani, mengapresiasi dukungan yang diberikan Tasen.
Dia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak bantuan yang bisa disalurkan kepada para penyintas bencana.
"Kami memiliki relawan yang standby dengan kapasitas masing-masing mulai dari bagian rescue, psikososial dan medis. Di situlah peran kami untuk mengatur dan mengakomodir para relawan untuk bisa mengaktualisasikan diri dalam berbagai kegiatan. Saat ini setidaknya ada sekitar 2.000 relawan yang terdaftar," kata Thea.
Baca Juga: Ending My Bias, My Boss Bikin Baper, Ini Momen yang Paling Berkesan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





