KPU Abaikan Keterwakilan Perempuan, DKPP Harus Bertindak

AKURAT.CO Sikap KPU yang mengabaikan keterwakilan perempuan pada Pemilu 2024 dianggap layak dihadiahi sanksi oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Komisioner dan Ketua KPU dianggap layak dijatuhkan sanksi lantaran gagal melaksanakan kebijakan afirmasi yang diamanatkan dalam UU Pemilu.
Eks Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay menyebutkan, sikap KPU tersebut secara nyata merupakan bentuk pelanggaran terhadap UU Pemilu. Maka DKPP bisa menjatuhkan sanksi.
"DKPP mempunyai wewenang membenahi penyelenggara pemilu yang merusak aturan. Harus berani menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum komisioner yang memang sengaja membuat peraturan ngawur," kata Hadar kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (10/10/2023).
Baca Juga: KPU Tak Mampu Dorong Parpol Penuhi Kuota Caleg Perempuan
Hadar menambahkan, sanksi tegas berupa pencoptan kepada komisioner akan berdampak positif bagi alam demokrasi Indonesia.
"Pembenahan harus nyata dan efektif, sehingga terbangkit lagi kembali optimisme harapan penyelenggara dan hasil kerjanya," ujarnya.
Baca Juga: KPU Ogah Eksekusi Putusan MA
Sebelumnya, Hadar bersama Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Keterwakilan Perempuan sudah membuat aduan kepada DKPP. Mereka menuntut DKPP memberikan sanksi tegas kepada para komisioner KPU RI yang dimpin Hasyim Asy'ari.
"DKPP mempunyai kesmpatan besar membenahi. Jangan disia-siakan, lembaga etik penegak itu bukan hanya pelengkap. Tetapi aktor koreksi terakhir," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








