Partisipasi Pemilih Turun Drastis, Pilpres 2024 Kehilangan Legitimasi

AKURAT.CO Pilpres 2024 kehilangan legitimasi. Pasalnya jumlah pemilih menurun drastis dibanding Pemilu 2019. Hal ini diketahui dari hasil rekapitulasi suara yang bisa dipantau melalui laman resmi KPU.
Penghitungan sementara KPU, hingga pukul 17.30 WIB pada Jumat (16/2/2024), telah mencapai 60,49 persen menyangkut data 497.940 dari 823.236 TPS. Akumulasi suara tiga paslon capres-cawapres hanya sebesar 64.538.837 suara.
Baca Juga: Pemilu 2024 Banyak Kecurangan, Apa Mungkin Bawaslu-MK Bisa Diharapkan?
Dengan hasil tersebut, bisa disimpulkan ketika data masuk 100 persen, total jumlah suara yang diperoleh ketiga paslon sekitar 106.693.399. Angka ini jauh jika dibanding jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 yang mencapai 204.807.222.
Berdasarkan data ini, bisa dipastikan partisipasi masyarakat pada Pilpres 2024 hanya 52,09 persen. Sedangkan pada Pilpres 2019 tingkat partisipasi pemilih mencapai 81,33 persen dari total 199.987.870 DPT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








