Kenali Kurikulum Nasional 2024, Ini Pengertian & Penerapannya

AKURAT.CO Beberapa waktu belakangan, mungkin Anda yang mengikuti informasi pendidikan Indonesia sempat mendengar tentang Kurikulum Nasional. Padahal, tahun sebelumnya pemerintah gencar mensosialisasikan tentang Kurikulum Merdeka.
Lalu, apa bedanya dari kedua kurikulum tersebut?
Jadi, Kurikulum Nasional adalah Kurikulum Merdeka yang diwajibkan secara nasional untuk semua jenjang satuan pendidikan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuat target pemberlakuan Kurikulum Merdeka wajib secara nasional pada Maret 2024.
Baca Juga: Apa Saja Perangkat Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dan Perbedaan dengan Kurikulum 2013?
Penerapan Kurikulum Nasional tersebut akan diperkuat dengan adanya Permendikbudristek Kurikulum Merdeka.
Pada awalnya Kurikulum Merdeka diterapkan di 3.000 sekolah. Kemudian pada tahun 2022, 140.000 satuan pendidikan dengan sukarela menerapkan Kurikulum Merdeka. Hal tersebut diperoleh Kemendikbudristek setelah membuka pendaftaran implementasi Kurikulum Merdeka kepada satuan pendidikan
Kemudian pada tahun 2023, pendaftaran implementasi Kurikulum Merdeka kembali dibuka, dan hasilnya 160.000 satuan pendidikan tercatat. Artinya, 300.000 satu pendidikan secara total telah menerapkanK urikulum Merdeka.
Apa Itu Kurikulum Nasional dan Kapan Mulai Diberlakukan?
Penetapan Kurikulum Nasional tahun 2024 tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Menteri supaya regulasinya menjadi jelas.
Setelah Permendikbudristek terbit, sekolah yang sebelumnya masih menggunakan Kurikulum 2013, dapat mulai menerapkannya sampai tahun ajaran 2025/2026 saja.
Oleh karena itu, setiap satuan pendidikan memiliki waktu untuk melakukan transisi pelaksanaan Kurikulum Merdeka secara bertahap, dimulai dari kelas 1, 4, 7, dan 10 atau pada seluruh kelas.
Setelah menyandang status sebagai Kurikulum Nasional nantinya, berarti Kurikulum Merdeka akan diterapkan di seluruh sekolah negeri dan swasta di Indonesia.
Taufiq Damarjati selaku Pengembang Ahli Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek menjelaskan, rencana peluncuran Kurikulum Nasional mulanya akan digelar pada Februari 2024. Namun, Kemendikbudristek melakukan penundaan karena masih meminta banyak masukan dari berbagai pihak. Di sisi lain, Kemendikbudristek juga masih membutuhkan persetujuan presiden terkait implementasi Kurikulum Merdeka.
Baca Juga: Bagaimana Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka?
Bagaimana Konsep Kurikulum Merdeka?
Oke, setelah membaca pembahasan tadi, pasti sekarang kamu jadi bertanya-tanya: “Seperti apa sih, Kurikulum Merdeka ini? Apa bedanya dengan Kurikulum 2013?”
Kurikulum Merdeka membagi jenjang kelas dari kelas 1 sampai kelas 12 menjadi 6 fase, yaitu Fase A hingga Fase F.
Di Kurikulum Merdeka, peserta didik tidak akan lagi ‘dipaksa’ untuk memelajari mata pelajaran yang bukan menjadi minat utamanya. Peserta didik bisa dengan ‘merdeka’ memilih materi yang ingin dipelajari sesuai minat masing-masing. Inilah yang dimaksud dengan konsep Merdeka Belajar.
Selain itu, kurikulum ini juga mengutamakan strategi pembelajaran berbasis proyek. Artinya, peserta didik akan mengimplementasikan materi yang telah dipelajari melalui proyek atau studi kasus, sehingga pemahaman konsep bisa lebih terlaksana.
Nama proyek ini adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Proyek ini sifatnya lintas mapel. Melalui proyek ini, siswa diminta untuk melakukan observasi masalah dari konteks lokal dan memberikan solusi nyata terhadap masalah tersebut.
Nah, dalam menyambut kurikulum baru ini, Ruangguru juga sudah support Kurikulum Merdeka atau Kurikulum Nasional, lho! Di aplikasi belajar online Ruangguru, khususnya, di ruangbelajar, untuk jenjang 7 SMP dan 10 SMA, kamu bisa menemukan pilihan ‘Kurikulum Merdeka’ pada saat kamu memilih jenjang kelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







