Wisuda 138 Mahasiswa, STAI Sadra Jakarta Apresiasi Sejumlah Mahasiswa Berprestasi

AKURAT.CO Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra Jakarta kembali mewisuda 138 mahasiswa dan mahasiswi yang telah menyelesaikan masa studinya, Sabtu (21/9/2024) di BBPPMPV Depok, Jawa Barat.
Dari jumlah 138 mahasiswa yang diwisuda merupakan lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Akidah dan Filsafat Islam, serta Magister Akidah dan Filsafat Islam.
Selain melantik para wisudawan, wisuda STAI Sadra sarjana ke VI dan Pascarjana ke III juga memberikan apresiasi terhadap wisudawan teladan, wisudawan lulusan terbaik dari masing-masing program studi dan sejumlah wisudawan berprestasi dari bidang bahasa, tahfiz Al-Qur'an, organisasi, hingga pengabdian.
Baca Juga: Polbangtan dan PEPI Kementan Gelar Wisuda Nasional, Ciptakan Generasi Unggul
Salah satu wisudawan teladan, Ahmad Fadel Rusmadi Putra, menyampaikan rasa syukur atas telah selesainya pendidikan sarjana di kampus yang telah memberikannya banyak warna.
"Saya sangat bersyukur dapat merampungkan pendidikan sarjana di STAI Sadra. Tempat ini telah banyak memberikan warna dalam kehidupan saya," kata Fadel dalam sambutannya di depan wisudawan dan tamu undangan.
Ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua dosen yang telah dengan ikhlas dan teliti mengajarkan setiap langkah pendidikan. Tanpa mereka, lanjut Fadel, dirinya tak akan mungkin sampai pada titik ini.
Wisudawan teladan lainnya, Siti Hadaynaya Salsabila, mengungkapkan pengalamannya selama kuliah di STAI Sadra. Ia mengaku banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman selama menempuh pendidikan pada prodi Ilmu Al-Qur'an di kampus itu.
"Terimakasih kepada semua dosen-dosen yang telah dengan ikhlas mendidik saya, mengajari saya banyak hal dengan ketulusan," katanya.
Dirinya berharap apresiasi yang didapatkan bisa menjadi inspirasi bagi pribadi maupun wisudawan yang lain untuk terus mengembangkan ilmu dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu Ketua STAI Sadra Jakarta, Kholid Al Walid, meminta kepada seluruh wisudawan untuk tetap menjadikan STAI Sadra sebagai rumah kecil mereka, meski proses pendidikan mereka telah usai.
Baca Juga: Viral Anak SMA Wisuda dengan Toga dan Pakai Selempang Gelar MIPA, Netizen Ramai Beri Komentar
"Ingatlah bahwa kampus kecil ini adalah rumah kalian. Kami akan terus mendoakan kalian. Pintu gerbang kami selalu terbuka untuk kalian. Jangan lupakan dosen-dosen kalian, juga adik-adik kalian yang masih berjuang," tuturnya.
Pria yang juga merupakan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga berharap para wisudawan dapat meneruskan perjuangan para dosen STAI Sadra, menebar ilmu dan hikmah.
"Jika kami kelak telah berada di alam keabadian, kami akan bangga ada anak-anak kami yang terus meneruskan perjuangan," lanjutnya, disambut haru para wisudawan.
Hadir dalam prosesi wisuda STAI Sadra program sarjana ke VI dan Pascarjana ke III ini Abdul Mustaqim, Guru Besar Tafsir Al-Qur'an UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Perwakilan Kopertais Wilayah I Jakarta-Banten, para Dosen STAI Sadra Jakarta dan orang tua/wali para wisudawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








