Hadapi Revolusi AI, Media Massa Dituntut Adaptif dan Inovatif

AKURAT.CO Pemimpin Redaksi (Pemred) Akurat.co, Aldi Gultom, menegaskan, media massa saat ini tidak hanya menghadapi revolusi teknologi informasi, tetapi juga tantangan besar dari era kecerdasan buatan (AI).
Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Akurat Goes To Campus (AGTC) di Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Kamis (3/10/2023), yang terselenggara berkat kerja sama antara Akurat.co dengan Program Studi Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma Bekasi serta dukungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Aldi menjelaskan, jika sebelumnya manusia hanya bersaing dengan mesin dalam hal kemampuan fisik, kini AI telah membawa mesin melampaui kemampuan manusia di banyak bidang, termasuk dalam pekerjaan yang menuntut analisis, prediksi, bahkan intuisi.
“Bukan tidak mungkin, pekerjaan jurnalistik juga akan terpengaruh oleh revolusi kecerdasan buatan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, revolusi AI kini tidak hanya mempengaruhi bentuk media dan proses produksi konten, tetapi juga mengancam eksistensi pelaku media massa.
"Sebagai entitas bisnis, pers saat ini semakin kehilangan pasar, yang menyebabkan menurunnya jumlah pembaca, pendengar, atau penonton. Pada akhirnya, pers juga akan kehilangan sumber pendapatan utama, yaitu iklan," tegas Aldi.
Pers, lanjutnya, kini harus bersaing dengan media sosial yang menawarkan konten beragam dalam bentuk teks, audio, video, grafis, dan animasi yang interaktif, serta disebarkan dengan cepat dan masif di skala global.
Baca Juga: Persiapkan Munas IX, Kadin Indonesia Gelar Rapat Konsolidasi Anggota Luar Biasa
Aldi menekankan, jurnalis dan media massa harus berinovasi dalam memproduksi konten berkualitas dan menarik, serta memanfaatkan platform komunikasi yang populer di kalangan pembaca.
"Media massa harus lebih adaptif, kreatif, dan inovatif untuk tetap relevan di era revolusi kecerdasan buatan dan algoritma," jelasnya.
Aldi juga menggarisbawahi pentingnya memahami algoritma Google, mesin pencari terbesar di dunia, dalam upaya optimalisasi aktivitas web.
"Google memanfaatkan aktivitas pencarian pengguna untuk memberikan hasil terbaik dalam setiap kueri, sehingga penting bagi media massa untuk memahami dan mengikuti aturan main algoritma ini guna meningkatkan visibilitas konten mereka," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








