Meski Biaya Mahal, Pilkada Jadi Wujud Kebebasan Demokrasi

AKURAT.CO Perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan wujud nyata kedaulatan rakyat, yang tidak seharusnya dihapuskan atau diganti dengan mekanisme pemilihan oleh DPRD.
Argumen tentang tingginya biaya Pilkada, sering digunakan untuk mendukung wacana tersebut. Namun, rakyat justru tidak pernah memprotes anggaran Pilkada selama manfaat demokrasi benar-benar dirasakan.
"Pilkada serentak adalah pesta demokrasi yang memberikan hak kepada rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Biaya Pilkada memang tinggi, tetapi itu sepadan dengan manfaat kebebasan demokrasi yang dirasakan rakyat," kata Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara, Sugiyanto (SGY)-Emik kepada Akurat.co, Senin (16/12/2024).
Baca Juga: Wacana Pilkada oleh DPRD Kembali Mengemuka, Ujian untuk Demokrasi?
Sugiyanto menilai, yang membuat rakyat kecewa bukanlah besarnya biaya Pilkada, melainkan kegagalan pemerintah dalam memberantas korupsi dan ketidakadilan dalam pengelolaan kekayaan negara.
Justru, banyaknya pejabat yang terlibat dalam praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) bekerja sama dengan pelaku usaha yang menggerogoti kekayaan negara.
"Kekayaan alam kita yang melimpah tidak mampu dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat karena praktik-praktik KKN yang merajalela," tegasnya.
Dia menjelaskan, pendapatan negara tahun 2025 terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp2.490,9 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp513,6 triliun, dan pembiayaan utang sebesar Rp775,9 triliun.
"Jika kekayaan alam kita dikelola dengan baik, biaya Pilkada serentak yang dianggap tinggi hanyalah angka kecil dibandingkan manfaat besar dari hak rakyat untuk memilih pemimpin mereka," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







