Masa Tunggu Haji Masih Lama, DPR Usul Jemaah Bisa Berangkat Pakai Kuota Negara Lain

AKURAT.CO Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, berharap Presiden Prabowo Subianto bisa melobi Arab Saudi agar bisa mendapat tambahan kuota haji. Mengingat, masa tunggu bagi jemaah Indonesia sudah terlalu lama.
Secara rata-rata, masa tunggu calon jemaah haji Indonesia mencapai 25-30 tahun. Namun, dia tak memungkiri bahwa ada sejumlah daerah di Indonesia yang masa tunggunya jauh lebih lama dari itu.
"Masa tunggu ini tidak sama setiap provinsi, di Sulawesi Selatan ada kabupaten yang sudah di atas 49 tahun masa tunggunya. Tapi rata-rata antara 25-30 tahun," ucap Marwan usai menemui Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/1/2025).
Dia menyebut, lamanya masa tunggu ini adalah persoalan yang serius. Dia juga mengaku kesulitan, untuk mengurai masa tunggu tersebut agar lebih singkat.
Baca Juga: Biaya Haji Turun, MUI Ingatkan Kualitas Pelayanan Tak Boleh Ikut Kendur
Menurutnya, penambahan kuota menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Bahkan jika perlu, Indonesia jalin kerja sama dengan negara-negara yang tidak menggunakan kuota hajinya secara penuh.
"Kalau mereka menunggu daftar tunggu itu ya keburu, ya mungkin almarhum, usianya tidak sampai di situ lagi. Ini yang kita butuhkan, cara mengurainya, satu ya tambahan kuota," tuturnya.
"Dan nanti kita mungkin saja akan merevisi undang-undang haji yang bisa kita mengirimkan jemaah mungkin saja bersama dengan negara-negara sahabat yang tidak menghabiskan kuotanya," sambungnya.
Marwan menjelaskan, kuota haji yang didapat Indonesia tahun ini yaitu sebanyak 221 ribu jemaah. Dia berharap, kuota ini bisa ditambah usai Prabowo melakukan kunjungan ke Arab Saudi pada akhir bulan ini.
"Kelihatannya Pak Presiden agak sungguh-sungguh. InsyaAllah tadi beliau menjelaskan, akhir Januari akan melakukan perjalanan. Dan kami berharap beliau sampai ke Saudi dan ketemu raja di sana yang menentukan kuota bisa ditambah atau tidak," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







