Kegiatan Retret Kepala Daerah Dibiayai APBN Rp13 Miliar, Wamendagri: Lebih Efisien dari Sebelumnya

AKURAT.CO Seluruh kepala daerah terpilih akan mengikutikegiatan retret yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total alokasi Rp13 miliar.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menegaskan, anggaran tersebut telah disiapkan untuk mendukung kegiatan pembekalan kepala daerah.
"Rp13 miliar untuk retret," ujar Bima Arya saat ditemui Akurat.co di Gedung Kemendagri, Jakarta.
Namun, ia tidak merinci alokasi dana per kepala daerah dan enggan mengonfirmasi apakah setiap peserta menghabiskan sekitar Rp22 juta untuk mengikuti kegiatan tersebut.
"Enggak seperti itu juga. Intinya alokasinya dihitung secara keseluruhan," katanya.
Baca Juga: Polri Periksa Eks Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi dalam Kasus Korupsi Rusun Cengkareng
Bima Arya menekankan, anggaran retret ini jauh lebih efisien dibandingkan dengan kegiatan pembekalan kepala daerah sebelumnya, yang dilakukan di Lemhanas selama sebulan dan satu minggu di Kemendagri.
"Dulu lebih lama, satu bulan di Lemhanas, satu minggu di Kemendagri, dan dilaksanakan di hotel. Jika dihitung per kepala, biaya sebelumnya jauh lebih besar dibandingkan retret ini yang hanya tujuh hari tetapi lebih padat," jelasnya.
Retret ini bertujuan agar kepala daerah memahami tugas pokok dan kewajiban mereka, sekaligus menyelaraskan visi dan misi dengan program nasional, termasuk Asta Cita.
"Kepala daerah harus memahami Asta Cita dan mampu menyelaraskan visi misinya di daerah dengan kebijakan nasional. Selain itu, mereka juga perlu membangun ikatan kuat untuk sinergi dan kolaborasi ke depan," tegas Bima Arya.
Dengan format yang lebih efisien dan fokus pada penyelarasan strategi pemerintahan daerah dan pusat, retret ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kepemimpinan di daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








