SBY Berduka Cita atas Wafatnya Eks PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi

AKURAT.CO Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan Perdana Menteri Malaysia ke-5, Abdullah Ahmad Badawi, atau yang akrab disapa Pak Lah.
Dikutip akun X @SBYudhoyono, SBY mengenang sosok Pak Lah sebagai pemimpin penuh integritas dan sahabat sejati dalam menjalin hubungan Indonesia-Malaysia.
"Hari ini saya berbelasungkawa, Pak Lah, sahabat baik saya telah berpulang ke Rahmatullah. Saya mengenang dan memberikan testimoni bahwa Pak Lah (Bapak Abdullah Ahmad Badawi, Perdana Menteri Malaysia ke-5 tahun 2003-2009) adalah seorang pemimpin yang berintegritas tinggi, tulus dalam menjalin persahabatan dan kerja sama, dan ketika ada masalah menyangkut hubungan Indonesia-Malaysia, kami selalu bersatu untuk mencari solusi terbaik," ujar SBY, Selasa (15/4/2025).
Baca Juga: Serial Film Bidaah Terkesan Tampilkan Agama yang Eksklusif, Apakah Cerminan Paham Keagamaan Warga Malaysia?
Dia menegaskan, bahwa selama kepemimpinan mereka, hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia berjalan dalam semangat saling menghormati dan kesetaraan.
"Jika ada yang harus kami bicarakan, terutama menghadapi isu-isu penting yang perlu ditangani, kami segera berbicara melalui telepon, baik siang maupun malam, dan di mana pun kami berada. Tidak ada rintangan politik maupun psikologis apa pun di antara kami berdua," tuturnya.
Salah satu momen bersejarah yang dikenang SBY adalah, inisiatif bersama mereka untuk mengadakan Sidang Darurat OKI pada 2006, sebagai respons atas konflik Israel-Lebanon.
Kerja sama erat itu, berhasil mempercepat proses diplomatik, termasuk diterimanya usulan pengiriman kontingen Indonesia ke Lebanon sebagai bagian dari misi perdamaian PBB.
SBY juga menyinggung momen bersejarah lain dalam hubungan bilateral, yakni pertemuan Bukit Tinggi yang berlangsung di luar kebiasaan protokoler dan justru membuahkan banyak kesepakatan penting.
Baca Juga: Terbang ke Malaysia, Prabowo Mau Silaturahmi Lebaran dengan PM Anwar Ibrahim
"Ketika saya mengundang Pak Lah untuk menghadiri pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia di Bukit Tinggi (bukan di Jakarta sebagaimana lazimnya), beliau juga menyambut dengan baik. Sejarah mencatat, bahwa pertemuan Bukit Tinggi telah menghasilkan sejumlah agenda kerja sama bilateral maupun regional. Saya juga masih ingat, di tengah-tengah padatnya kegiatan di Bukit Tinggi, kami berdua sempat berolahraga bersama sambil menyapa masyarakat di Padang Pariaman," urai SBY.
SBY juga menegaskan, baik dirinya maupun Pak Lah selalu memiliki semangat yang sama, yakni menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.
"Tentu masih banyak lagi kebersamaan saya dan Pak Lah ketika sama-sama mengemban tugas negara masing-masing. Saya berkesimpulan, Pak Lah seperti saya juga, ingin selalu menjadi bagian dari solusi dan kemajuan ke arah yang lebih baik," ucapnya.
"Selamat jalan Pak Lah. Semoga Allah SWT menerima Pak Lah di sisi-Nya dalam naungan rahmat dan kasih sayang-Nya. Aamiin YRA," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






