Megawati Tersentuh di Teater Imam Al-Bukhari dan Soekarno: Langkah Kecil Bung Karno, Kebangkitan Besar Islam Asia Tengah

AKURAT.CO Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengenang peran besar ayahandanya, Presiden Soekarno, dalam mengangkat kembali warisan Islam Asia Tengah ke panggung dunia.
Momen itu disampaikannya dalam suasana penuh haru saat menghadiri pertunjukan teater musik "Imam Al-Bukhari dan Soekarno" di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa malam (15/4/2025).
“Langkah kecil Bung Karno itu membuka pintu bagi kebangkitan warisan Islam di Asia Tengah,” ujar Megawati dengan suara bergetar di hadapan para tamu kehormatan dari Indonesia dan Uzbekistan.
Pertunjukan teater kolaboratif ini menampilkan kisah persinggungan spiritual dan historis antara dua tokoh besar: Imam Al-Bukhari, ulama hadis terkemuka asal Uzbekistan, dan Soekarno, tokoh proklamator Indonesia.
Megawati menyoroti kunjungan Bung Karno ke makam Imam Al-Bukhari di Samarkand pada tahun 1956, yang kala itu menjadi titik balik penting.
Menurutnya, makam yang semula terabaikan itu berubah menjadi situs religius dan akademik penting setelah kunjungan tersebut.
“Itu bukan sekadar kunjungan diplomatik, tapi simbol kebangkitan dan penghormatan terhadap warisan Islam yang hampir terlupakan,” kata Ketua Umum PDIP ini.
Megawati juga membagikan pengalaman spiritual pribadinya saat berziarah ke makam Imam Al-Bukhari pada September 2024, saat ia menerima gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Silk Road di Uzbekistan.
"Saya bergetar. Air mata saya menetes. Saya membayangkan perjuangan beliau dan jejak Bung Karno yang hadir di tempat suci itu hampir 70 tahun lalu,” ungkapnya penuh haru.
Ia memuji metodologi keilmuan Imam Al-Bukhari dalam menyusun Shahih Al-Bukhari, terutama integritas tinggi dalam memverifikasi perawi hadis.
"Nilai-nilai ini sangat relevan hari ini—di tengah krisis integritas global,” tegasnya.
Bagi Megawati, pertunjukan ini bukan sekadar pementasan seni, tetapi simbol kuat hubungan emosional antara dua tokoh besar dan dua bangsa yang kini semakin erat.
“Ini bukan hanya pertunjukan, ini jembatan sejarah dan perasaan antara Indonesia dan Uzbekistan,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









