Mantan Ketua MK: Pemakzulan Wapres Gibran Tak Mungkin Terjadi

AKURAT.CO Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, menegaskan usulan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak mungkin terjadi. Terlebih lagi, sejumlah partai politik dengan tegas usulan tersebut.
"Sudah 3 partai tolak pemakzulan. Apa tidak cukup untuk yakinkan, pemakzulan tidak mungkin terjadi?" ucap Jimly melalui akun X pribadinya @JimlyAS, Minggu (8/6/2025).
Dia menyarankan, agar MK semestinya lebih perhatian dan mengawasi penuh kinerja pemerintah saat ini. Di sisi lain, MK juga diminta terus melakukan perbaikan agar pengalaman masa lalu tidak terulang lagi pada pemilu-pemilu berikutnya.
Baca Juga: Ketua DPD RI Tak Mau Terlibat Isu Pemakzulan Gibran: Kami Fokus Kerja untuk Daerah
"MK, lebih baik perhatian dan kemarahan diarahkan untuk awasi kinerja pmerintah sekarang. Persiapan untuk pilpres lagi pada 2029 agar pengalaman pahit di pemilu 2024 jangan terulang. Lebih penting antisipasi untuk perbaikan sistem ke depan," ujarnya.
Seperti diketahui, ada beberapa partai yang sudah menyatakan menolak aspirasi Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI yang disampaikan kepada MPR RI dan DPR RI. Beberapa di antaranya, Partai Golkar dan Partai NasDem.
Adapun, aspirasi tersebut dituangkan dalam surat yang berisi delapan poin tuntutan, yang telah ditandatangani oleh 103 purnawirawan berpangkat jendral, 73 purnawirawan laksamana, 65 purnawirawan marsekal serta 91 purnawirawan kolonel.
Poin terakhir dalam tuntutan tersebut, meminta MPR RI untuk melalukan pemakzulan atau mencopot Gibran Rakabuming dari jabatan Wapres, karena nenganggap bahwa keputusan MK terhadap Pasal 169 Huruf Q Undang-Undang Pemilu telah melanggar hukum acara MK dan Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






