Lebih dari 500 Ribu Penerima Bansos Terlibat Judi Online, Kemensos Segera Evaluasi Data

AKURAT.CO Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap sebanyak 571.410 nomor induk kependudukan (NIK) yang terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos), terlibat dalam aktivitas judi online sepanjang tahun 2024.
Menanggapi hal ini, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya akan menganalisis data yang dikeluarkan PPATK. Dalam hal ini pihaknya baru akan mengevaluasi dan penilaian data yang akan diterima.
"Ya nanti kita analisis, kita evaluasi dulu. Nanti kalau sudah semua kita terima datanya akan kita asesmen itu, baru informasi sementara dan itu baru dari satu bank. Nanti kita lihat hasilnya lebih jauh," jelasnya saat ditemui di Komplek Parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (7/7/2025).
Baca Juga: Update Bansos PKH dan BPNT Juli 2025: Masih Cair, Ini Syarat dan Penjelasannya
Sejak awal, pihaknya telah diminta oleh Presiden Prabowo untuk melakukan perbaikan data. Hal itu tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.
Data ini yang menjadi pedoman Kemensos, untuk penyaluran Bansos untuk triwulan kedua menggunakan data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Ini harus jadi Pedoman seluruh kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah. Jadi sekarang kita sudah punya data tunggal Nasional itu yang paling penting dulu," ucapnya.
Dalam penyaluran tersebut, pihaknya menemui beberapa catatan seperti gagal salur yang disebabkan terdapat beberapa nama yang belum cocok dengan niknya. Serta melihat situasi bahwa ada penerima bansos yang sudah 10-15 tahun.
'Kita perlu mengevaluasi lebih lanjut. Dari hasil evaluasi kita Kita ingin tahu profil penerima bansos itu salah satunya melalui rekening yang pernah menerima bansos dari Kemensos," tegasnya.
Baca Juga: 2 Cara Cek Bansos PKH Lewat HP, Bisa Buka Situs atau Aplikasi Ini!
Sebelumnya, PPATK mencocokkan sebanyak 28,4 juta NIK penerima bansos dengan 9,7 juta NIK pemain judi online. Hasilnya, ditemukan 571.410 NIK yang teridentifikasi sebagai penerima bansos sekaligus pemain judi online.
Di mana, total nilai deposit yang dilakukan oleh para penerima bansos tersebut mencapai Rp957 miliar, dengan frekuensi transaksi mencapai 7,5 juta kali.
"Jika data kami kembangkan, mungkin jumlahnya bisa lebih banyak lagi," kata Koordinator Kelompok Humas PPATK, Natsir Kongah.
Sebagai tindak lanjut, PPATK bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan secara tepat sasaran, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







