Mengulang Sejarah, Pidato Prabowo di PBB Harus Bawa Pesan Solidaritas Dunia

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyebut pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB ke-80 bukan hanya agenda diplomasi biasa, melainkan juga memiliki dimensi historis yang kuat.
Presiden Prabowo mengulang jejak diplomasi sang ayah, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang pada era 1948–1949 turut memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia melalui jalur diplomasi di PBB
"Pidato ini juga memiliki dimensi historis yang kuat. Ini bukan sekadar nostalgia, tetapi penegasan bahwa diplomasi Indonesia memiliki akar yang dalam dan visi yang berkelanjutan," ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Minggu (21/9/2025).
Baca Juga: Kehadiran Prabowo di Sidang Umum PBB Tandai Kembalinya RI ke Panggung Utama Dunia
Dia menekankan, pidato tersebut diharapkan tidak hanya menegaskan kepentingan nasional, tetapi juga membawa pesan solidaritas global. Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan isu-isu besar dunia.
"Pidato Presiden nanti tidak hanya menyuarakan kepentingan nasional, tetapi juga membawa pesan solidaritas global, khususnya dalam isu-isu krusial seperti konflik Palestina, perubahan iklim, dan reformasi tata kelola dunia," ujarnya.
Dave menilai, Indonesia memiliki peran strategis sebagai jembatan antara berbagai blok dunia. Panggung PBB dianggap sebagai tempat paling tepat, untuk mengartikulasikan posisi Indonesia tersebut.
Menurutnya, hal ini akan memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif, inklusif, dan berpengaruh di tataran global.
"Semoga pidato ini menjadi awal dari babak baru diplomasi Indonesia yang lebih aktif, inklusif, dan berpengaruh di tingkat global," kata Dave menutup pernyataannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






