Sekolah Rakyat Jadi Solusi, Pemulung Bantar Gebang Harap Anak Tak Wariskan Kemiskinan

AKURAT.CO Di tengah tumpukan sampah Bantar Gebang, Rahmat menaruh satu harapan besar untuk masa depan anaknya. Lelaki yang bekerja sebagai pemulung itu tak ingin putrinya, Alfi Rahma, bernasib serupa seperti dirinya.
Harapan itu kini tumbuh lewat Sekolah Rakyat, tempat Alfi belajar dan tinggal di asrama secara gratis, sebagai bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan.
“Alfi pengen jadi Polwan. Semoga cita-citanya terkabul. Minimal anak saya bisa mencicipi pendidikan yang setara,” kata Rahmat di rumahnya di kawasan Sumur Batu, Bantar Gebang, Bekasi, Rabu (22/10/2025).
Sehari-hari, Rahmat bekerja sebagai pemulung sampah plastik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Harapan Rahmat ini sejalan dengan tujuan Sekolah Rakyat, yang termasuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto, yakni untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan pendidikan, Presiden berharap kemiskinan tidak diwariskan.
“Dengan adanya Sekolah Rakyat, Alhamdulillah saya merasa dipedulikan oleh pemerintah. Program ini sangat membantu,” ujarnya.
Ia berharap program ini terus berjalan sehingga anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bisa bersekolah secara gratis, termasuk asrama dan makan yang ditanggung pemerintah.
Baca Juga: RTM Malaysia Minta Maaf usai Salah Sebut Nama Presiden Indonesia dalam Siaran Langsung KTT ASEAN
“Jangan sampai anak-anak itu kayak orang tuanya. Nasibnya kayak model begini. Untuk Alfi, doa terbaik mudah-mudahan sehat selalu, bertahan di sana (Sekolah Rakyat) terus bisa menyerap pelajaran,” kata Rahmat.
Sudah lebih dari tiga bulan Alfi, siswi kelas X, bersekolah dan tinggal di asrama SRMA 13 Bekasi.
Menurut Rahmat, sudah banyak kemajuan yang didapat putrinya. Kini Alfi lebih disiplin dan lebih sopan kepada orang tua.
Ia menceritakan, pihak sekolah, baik guru maupun wali asrama, selalu menginformasikan segala perkembangan anaknya. Komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid terus dibangun.
“Perkembangan sekecil apapun disampaikan kepada orang tua. Diberitahukan oleh wali asrama maupun guru. Malah laporan mata pelajaran disampaikan secara detail,” ujarnya.
Rahmat mengaku mendukung apa pun yang diinginkan anaknya, apakah melanjutkan kuliah atau langsung bekerja.
“Kayaknya setelah lulus dia pengen langsung kerja, pengen bantu orang tua kali. Tapi saya enggak memaksa. Terserah dia. Kalau mau lanjut kuliah, pihak sekolah juga memfasilitasi. Kalau mau kerja, monggo. Saya ikut saja,” jelasnya.
Yang pasti, kata Rahmat, ia mendukung apa pun cita-cita putrinya selama itu membuat masa depannya lebih cemerlang, termasuk cita-citanya menjadi Polwan.
“Kalau dia cita-citanya pengen jadi Polwan, Bapak dukung. Dukung banget,” tutupnya.
Baca Juga: Demi Perbaikan Sepakbola Indonesia, Erick Thohir Terima Masukan dari Ultras Garuda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









