BGN Diminta Kaji Ulang Soal Jadikan India sebagai Role Model Program MBG

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) diminta mengkaji ulang rencana menjadikan India sebagai role model dalam peningkatan mutu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anggota Komisi IX DPR, Arzeti Bilbina, menilai keputusan percontohan Program MBG tersebut perlu dikaji secara mendalam dan transparan.
"Kita tentu boleh belajar dari negara lain tetapi keputusan kebijakan harus berbasis bukti dan sesuai konteks Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (3/11/2025).
Baca Juga: Dukung Program MBG, KSAD Perintahkan Prajurit Tanam Sayur dan Buah di Lahan TNI AD
Menurut data Global Hunger Index (GHI) 2025, India berada pada peringkat 102 dari 123 negara dengan kategori serius.
"Kalau indikator kelaparan dan gizi India masih rendah, apa alasan menjadikannya model untuk MBG? Ini perlu dijelaskan terbuka," kata Arzeti.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mempertanyakan siapa pihak yang memberi rekomendasi kepada BGN soal India.
"BGN harus menjelaskan siapa yang memberi masukan, apa dasar kajiannya dan bagaimana mekanisme pemilihannya. Jangan sampai kebijakan publik diambil tanpa transparansi," ujarnya.
Sebagai alternatif, Arzeti menyarankan BGN belajar dari negara-negara dengan manajemen gizi terbaik di dunia. Seperti negara-negara dengan skor GHI sangat rendah dan program makan sekolah yang berhasil berdasarkan laporan World Food Programme (WFP) dan School Meals Coalition.
Dia menyebut lima negara dengan manajemen gizi terbaik di dunia, yakni:
Baca Juga: BGN Batasi SPPG Hanya Layani Maksimal 3.000 Porsi MBG: Jaga Kualitas Pelayanan
1. Finlandia. Sukses menurunkan obesitas dan kekurangan gizi melalui integrasi data sekolah, layanan kesehatan dan program makan gratis berbasis lokal.
2. Jepang. Menerapkan pendidikan gizi (shokuiku) dan makan siang sekolah bergizi seimbang yang mendukung kesehatan anak.
3. Norwegia. Memiliki sistem pangan berkelanjutan dengan pengawasan gizi nasional yang kuat.
4. Belanda. Dikenal dengan pola makan sehat berbasis nabati dan kebijakan publik gizi yang terintegrasi.
5. Korea Selatan. Memimpin Asia dalam indeks ketahanan gizi berkat manajemen pangan lokal dan regulasi ketat pada makanan olahan.
"Negara-negara itu sudah terbukti menjaga ketahanan pangan dan gizi warganya dengan sistem yang efisien dan transparan," kata Arzeti.
Sebelumnya, Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan, pihaknya melihat role model di India untuk melaksanakan Program MBG.
Baca Juga: Prabowo Pimpin Ratas di Istana, Optimis Penerima Manfaat MBG Capai 82,9 Juta Orang di Akhir Tahun
Dia menyebut Indonesia meminta bantuan ke India untuk meningkatkan kualitas pelayanan MBG.
"Ya kita kan, sebelum kita melaksanakan program makan bergizi, kita berkunjung ke India. Melihat role model di India. Dan saya kira nanti bimbingan teknis dari India akan membantu untuk meningkatkan kualitas pelayanan MBG di Indonesia," jelas Dadan, pada Rabu (29/10/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








