Bukan Sekadar Perpres, Turunkan Kasus Keracunan MBG Butuh Kolaborasi BGN–BPOM

AKURAT.CO Penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak otomatis menjamin penurunan kasus keracunan makanan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, menegaskan, efektivitas kebijakan baru tersebut sangat bergantung pada kuatnya koordinasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Menurut Ru’yat, pengawasan keamanan pangan di lapangan merupakan faktor kunci yang tidak boleh diabaikan.
“Perpres ini penting sebagai langkah kelembagaan, namun pelaksanaannya di lapangan harus melibatkan BPOM. BPOM punya kapasitas dan pengalaman untuk memastikan makanan yang beredar aman, higienis, dan layak konsumsi,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Ia mengungkapkan bahwa dasar koordinasi sebenarnya sudah tersedia.
BGN dan BPOM telah memiliki nota kesepahaman (MoU), sehingga tantangan terbesar bukan pada regulasi, melainkan pada pelaksanaan teknis di lapangan.
“Kemarin saya juga sudah cek langsung ke BPOM. MoU antara BGN dan BPOM memang sudah ada, tinggal bagaimana implementasinya bisa benar-benar sinkron,” katanya.
Baca Juga: PBB Apresiasi Indonesia: NAP dan SNDC Jadi Bukti Nyata Peralihan dari Janji ke Aksi Iklim
Ru’yat menekankan pentingnya penguatan kualitas pengawasan dan komunikasi antar-lembaga agar program MBG benar-benar memberi dampak nyata, terutama dalam menekan angka keracunan makanan dan meningkatkan keamanan pangan nasional.
“Perpres MBG penting sebagai payung hukum. Tapi implementasinya harus disertai kerja sama yang terbuka dan solid antara BGN dan BPOM,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








