Prabowo Kenang Pesan Terakhir Sumitro Djojohadikusumo: Selalu Berpihak pada Rakyat

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mengungkap pesan terakhir mendiang ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang hingga kini menjadi prinsip hidup dalam setiap pengambilan keputusan.
Prabowo menceritakan bahwa sang ayah berpesan agar dirinya selalu berpihak dan membela kepentingan rakyat. Pesan tersebut disampaikan beberapa bulan sebelum Sumitro meninggal dunia.
“Saya sering menceritakan, beberapa bulan sebelum almarhum ayah saya, Profesor Sumitro, meninggal dunia, beliau hanya menyampaikan satu pesan kepada saya. Saat itu beliau sudah duduk di kursi roda, mungkin merasa waktunya sudah dekat,” ujar Prabowo dalam acara Akad Massal KPR FLPP di Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).
“Beliau berkata, ‘Prabowo, kalau suatu saat kamu berada dalam keadaan bingung dan ragu-ragu, ingatlah untuk selalu berpihak kepada rakyatmu.’ Pesan itu yang saya pegang sampai hari ini,” lanjutnya.
Prabowo menegaskan, setiap kali dihadapkan pada berbagai pilihan kebijakan, dirinya akan selalu memilih langkah yang paling menguntungkan rakyat, khususnya rakyat kecil.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Reformasi Tata Kelola Papua untuk Kejar Indonesia Emas 2045
“Kalau dihadapkan pada keputusan A, B, atau C, maka pilihlah yang paling menguntungkan rakyat kecil. Kalau A yang menguntungkan, jalankan A. Kalau B, jalankan B. Kalau C, jalankan C,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan pandangannya yang sejalan dengan pemikiran sang ayah, bahwa kelompok yang kuat pada dasarnya sudah mampu bertahan.
Karena itu, negara harus hadir untuk membela dan memberdayakan kelompok masyarakat yang lemah.
“Kalau yang paling lemah ini bisa kita berdayakan, dia akan menggerakkan seluruh ekonomi. Karena itu saya bertekad kita mampu menghilangkan kemiskinan. Kita mampu, saya sangat yakin,” tegas Prabowo.
Namun demikian, Prabowo menekankan bahwa upaya tersebut harus dibarengi dengan komitmen kuat memberantas berbagai praktik yang merugikan negara.
“Kita harus menghentikan penyelundupan, penyelewengan, korupsi, dan segala bentuk tipu-menipu. Tanpa itu, mustahil kesejahteraan rakyat bisa terwujud,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









