Prabowo Sindir Negara Besar: Mereka Ajarkan Demokrasi dan HAM, Tapi Dilanggar Sendiri

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, memberi sindiran keras kepada negara-negara besar yang selama ini disebut menjadi pusat lahirnya prinsip demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).
Tanpa menyebut nama secara spesifik, Prabowo mengatakan bahwa saat ini negara-negara tersebut justru melanggar apa yang mereka ajarkan.
"Kita melihat sekarang, negara-negara besar yang mengajarkan kita untuk demokrasi, untuk hak asasi manusia, untuk the rule of law, untuk menjaga lingkungan hidup, merekalah yang melanggar apa yang mereka ajarkan," ujar Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: Bertemu Tokoh-tokoh Nasional, Presiden Prabowo Tampung Semua Masukan untuk Kepentingan Bangsa
Dia kemudian menyinggung pembantaian yang terjadi di Gaza, Palestina. Menurutnya, negara-negara besar justru diam dan mengabaikan prinsip demokrasi dan HAM yang diajarkan.
"Puluhan ribu wanita, orang tua, anak-anak tidak berdosa, dibantai, dan banyak negara yang diam. Di mana hak asasi manusia? Di mana demokrasi yang mereka ajarkan?" tutur Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo menekankan pentingnya memahami sejarah. Dia juga menegaskan bahwa seluruh pemimpin di Indonesia harus tetap waspada dan memahami situasi yang terjadi.
"Saudara-saudara, saya katakan tadi kita dianggap negara yang tidak mungkin. The impossible country, the impossible nation. Tapi kita juga harus jadi pemimpin yang tidak lugu. Kita harus jadi pemimpin yang waspada. Kita harus jadi pemimpin yang mengerti. Yang tahu situasi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








