Prabowo dan Presiden Belarus Perkuat Kerja Sama Ketahanan Pangan dan Energi

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, akan menerima kunjungan kenegaraan balasan dari Presiden Republik Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tingkat tinggi ini menandai babak baru yang lebih intensif dalam hubungan diplomatik kedua negara.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, memaparkan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Ada banyak potensi kerja sama bilateral yang krusial bagi Indonesia yang ingin terus dikembangkan.
Menurutnya, hubungan ekonomi kedua negara kini dipastikan semakin solid. Hal ini menyusul rampungnya kesepakatan perdagangan bebas dan langkah cepat yang diambil oleh pihak Belarus.
Baca Juga: Ekspor RI ke Belarus Melonjak 82 Persen, Kerja Sama Industri Diperluas
"Seperti kita ketahui juga telah terjadi penandatanganan EAEU CEPA dan Belarus merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi tersebut," ujar Sugiono saat memberikan keterangan di kompleks Istana Merdeka, Kamis (2/7/2026).
Dia menjelaskan, momentum ini dimanfaatkan untuk menyusun rencana strategis jangka panjang. Langkah konkret ini akan mencakup berbagai sektor penting bagi kedua belah pihak.
"Ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral kita memasuki satu, kalau saya boleh katakan, tahap yang baru yang lebih intensif di mana dari situ pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarus," lanjutnya.
Fokus utama dari kerja sama ini diarahkan langsung untuk mendukung program prioritas domestik yang sedang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia saat ini. Sektor strategis nasional menjadi komoditas utama yang dibahas.
"Kepentingan kita yang utama karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi, kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan," tegas Sugiono.
Baca Juga: AHY Pimpin Konsultasi Bilateral Indonesia-Rusia, Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Konektivitas
"Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia," tambahnya.
Pertemuan ini sekaligus mencatatkan momen historis dalam hubungan bilateral kedua negara. Ini merupakan kehadiran kembali sang pemimpin Belarus setelah sekian lama.
"Kunjungan ini adalah kunjungan kedua dari Presiden Lukashenko setelah kunjungan beliau yang pertama ke Indonesia pada tahun 2013 yang lalu," jelas Sugiono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





