Gibran Ingatkan Kemajuan Teknologi Harus Berjalan Beriringan dengan Budaya Indonesia

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tidak boleh mengikis identitas bangsa. Kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya sebagai fondasi penguatan jati diri bangsa.
Menurutnya, transformasi digital merupakan perubahan yang tidak dapat dihindari sehingga harus direspons secara adaptif tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya.
"Memang tidak bisa dipungkiri, Pak, sekarang zamannya sosmed, zamannya AI, semua anak-anak pegang HP. Tapi yang namanya teknologi dan budaya harus berjalan selaras, Pak. Kemajuan teknologi, disrupsi teknologi tidak mungkin kita lawan. Tapi ini harus berjalan beriringan," kata Gibran saat bertemu pengurus Bela Budaya Nusantara di Taman Wisata Seni dan Budaya Randu Mas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, dikutip Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Beasiswa Garuda Antar Siswa Tangsel Kuliah di Kampus Teknologi Elite Korea
Dia menilai, kemajuan teknologi justru membuka peluang yang semakin besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital, menurutnya, dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperluas jangkauan promosi budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa.
"Dengan adanya kemajuan teknologi, terutama sosmed, kita malah terbantu, Pak, untuk mengenalkan budaya kita lebih jauh," ujarnya.
Baca Juga: Drama Korea Populer Ini Ternyata Pakai Teknologi AI, Biaya Produksi Hemat 60 Persen
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bela Budaya Nusantara, Mulyono, menyampaikan kekhawatirannya terhadap semakin besarnya tantangan pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, generasi muda berpotensi semakin jauh dari akar budaya apabila tidak diimbangi dengan upaya menjaga adat dan nilai-nilai luhur bangsa.
"Kami juga merasa takut kalau budaya tidak kita bela ke depan, akan menjadikan generasi ini hanya pandai menjaga teknologi tapi tidak pandai dalam menjaga adat," keluhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







