Bikin Bangga, Sekolah Rakyat Lahirkan Ratusan Prestasi Tingkat Internasional dan Nasional dalam Setahun

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkapkan selama satu tahun Sekolah Rakyat beroperasi, sudah ratusan prestasi berhasil diraih oleh para siswa di seluruh Indonesia, baik di tingkat daerah hingga tingkat internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memberikan arahan pada kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Sukoharjo, Jawa Tengah.
"Alhamdulillah selama satu tahun beroperasi, sudah ratusan prestasi yang ditorehkan oleh siswa Sekolah Rakyat. Ada prestasi tingkat daerah, tingkat provinsi, tingkat nasional, dan ada juga prestasi di tingkat internasional," kata Gus Ipul, dikutip Minggu (2/8/2026).
Baca Juga: Kabar Baik! Sekolah Rakyat di Biak Numfor Papua Mulai Dibangun
Sepanjang 2025, siswa Sekolah Rakyat telah meraih 4 prestasi tingkat internasional, 674 tingkat nasional, 71 tingkat regional, 513 tingkat provinsi, 842 tingkat kabupaten/kota, 89 tingkat kecamatan, dan 1.347 tingkat sekolah.
"Banyak sekali Bapak-Ibu sekalian dari anak-anak yang sebelumnya putus harapan dan sekarang mereka sudah berprestasi," ujarnya.
Di samping banyaknya prestasi yang diraih, setelah satu tahun beroperasi, siswa Sekolah Rakyat juga menjadi lebih percaya diri, optimistis, dan lebih disiplin. Hal tersebut dibuktikan dalam acara MPLS. Para siswa tahun pertama yang menyambut siswa baru, berani tampil di atas panggung, dengan berbagai pertunjukan.
Mulai dari penampilan baris variasi, silat, drama musikal, paduan suara, puisi serta pidato bahasa Inggris, Arab Mandarin, dan Korea. Di sela penampilan tersebut, Gus Ipul dan para peserta tak kuasa menahan air mata, saat salah satu siswa membacakan puisi bertajuk 'Dari Jamu Nguter dan Gamelan Wirun Kami Belajar'.
Penampilan memukau tersebut, membuat para orang tua dan siswa semakin yakin bahwa Sekolah Rakyat adalah jalan yang tepat untuk meraih cita-cita dan memutus rantai kemiskinan.
Salah satunya yaitu Mulyadi, orang tua Khustimah, siswa Sekolah Rakyat Sukoharjo tingkat SMA. Dia sangat bersyukur anaknya dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat, setelah sebelumnya sempat berhenti sekolah selama satu tahun akibat keterbatasan ekonomi.
Baca Juga: Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Surabaya, Kepala Bakom: Fasilitas Setara Sekolah Swasta Terbaik
Sejak 2002, dia bekerja sebagai juru kunci makam, penghasilannya per bulan hanya Rp350 ribu, terkadang dapat tambahan saat ada keluarga yang berziarah.
Penghasilannya tersebut sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan terkadang Khustimah juga membantu Mulyadi bekerja membersihkan makam untuk mencari tambahan.
"Ya anak saya biar bisa masuk sekolah sini kan, biar bisa neruskan sekolahnya, biar bisa bantu, besok kalau sudah lulus, biar membantu orang tuanya gitu," kata Mulyadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






