Indonesia-Uruguai Jajaki Kerja Sama Ketahanan Pangan dan Energi Terbarukan

AKURAT.CO Indonesia dan Uruguai sepakat memperkuat hubungan bilateral melalui peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi serta penjajakan kerja sama konkret di bidang pertanian, ketahanan pangan, dan energi baru terbarukan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri RI II, Arrmanatha Christiawan Nasir, dan Wakil Menteri Luar Negeri Uruguai, Valeria Csukasi, di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Pertemuan tersebut merupakan kunjungan kedua Wamenlu Valeria Csukasi ke Indonesia, setelah sebelumnya berkunjung pada September 2025 dalam rangka Forum Konsultasi Bilateral (FKB) I RI–Uruguai.
Baca Juga: AHY Pimpin Konsultasi Bilateral Indonesia-Rusia, Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Konektivitas
Dalam kunjungan kali ini, Wamenlu Csukasi didampingi Wakil Menteri Pertanian Uruguai, Matías Carámbula; President of the National Meat Institute (INAC) Uruguai; serta President of the National Milk Institute (INALE) Uruguai.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya meningkatkan interaksi dan hubungan antarpelaku usaha guna mendorong perdagangan dan investasi bilateral. Indonesia juga menyampaikan harapan agar putaran pertama perundingan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Mercosur dapat segera dimulai.
Sebagai negara yang memegang Presidensi Pro Tempore Mercosur pada periode ini, Uruguai menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung penguatan hubungan perdagangan Indonesia dengan Mercosur menuju kerja sama yang lebih komprehensif.
Kedua negara juga menjajaki peluang kerja sama yang lebih konkret di sektor pertanian, ketahanan pangan, dan energi baru terbarukan. Uruguai dipandang sebagai mitra potensial bagi Indonesia dalam pengembangan sektor-sektor tersebut, khususnya dalam mendukung transformasi ekonomi serta memperkuat ketahanan pangan dan energi kedua negara.
Selain kerja sama bilateral, kedua Wakil Menteri Luar Negeri bertukar pandangan mengenai penguatan kerja sama Indonesia dan Uruguai di berbagai forum regional dan multilateral, serta perkembangan kondisi politik global.
Baca Juga: Menlu Iran Temui China di Beijing, Bahas Hubungan Bilateral hingga Krisis Selat Hormuz
Dalam konteks tersebut, kedua negara menegaskan pentingnya penyelesaian konflik secara damai melalui dialog dan diplomasi, dengan tetap berpedoman pada hukum internasional.
Pertemuan bilateral ditutup dengan peluncuran perangko bersama dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Uruguai pada 2026. Edisi khusus tersebut menampilkan kerajinan tradisional dari kedua negara sebagai representasi kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Indonesia dan Uruguai.
Peluncuran perangko bersama tersebut menjadi simbol persahabatan dan kedekatan hubungan kedua negara yang telah terjalin selama enam dekade, sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia dan Uruguai untuk terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan bagi kemajuan dan kesejahteraan kedua bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






