Menpar Perintahkan Poltekpar Lombok Siaga Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade

AKURAT.CO Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (22/8/2026) malam.
Dia bersyukur tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran telah memberikan dampak besar terhadap masyarakat, dengan ratusan rumah dilaporkan terdampak dan jumlah kerusakan masih dalam proses pendataan oleh pemerintah daerah.
"Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kampung Adat Sade yang terdampak. Yang paling penting saat ini adalah memastikan warga dalam kondisi aman dan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi," kata Widiyanti, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga: DPR Pastikan Revitalisasi Desa Adat Sade Lombok Segera Dilakukan Usai Dilanda Kebakaran
Kementerian Pariwisata sejak awal kejadian telah mengambil langkah koordinatif dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan situasi dan mengidentifikasi dukungan yang dapat segera diberikan kepada masyarakat.
Dia juga telah menginstruksikan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok untuk bersiap membuka dapur umum, guna mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak, serta menyiapkan bentuk bantuan lain sesuai kebutuhan di lapangan.
"Saya sudah meminta Poltekpar Lombok untuk bergerak dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk menyiapkan dapur umum. Pelaksanaannya akan dilakukan secara terkoordinasi dan saat ini kami menunggu arahan Forkopimda Kabupaten Lombok Tengah agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan penanganan yang sudah berjalan," ujarnya.
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, serta berbagai unsur lainnya telah melakukan evakuasi, pemadaman, penyediaan tempat sementara bagi warga terdampak, hingga pembersihan material pascakebakaran.
Pemerintah Provinsi NTB juga telah menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga, termasuk sandang, pangan, rasa aman, dan keberlangsungan pendidikan anak-anak menjadi prioritas dalam masa tanggap darurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








