Pimpinan DPR Gelar Audiensi Bahas Kondisi PT Pos Indonesia, Soroti Nasib 31 Ribu Karyawan

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, memimpin audiensi dengan PT Pos Indonesia, untuk membahas kondisi perusahaan yang tengah menghadapi persoalan keuangan.
Ketua Komisi VI DPR, Anggia Erma Rini, mengatakan kondisi PT Pos Indonesia perlu mendapat perhatian serius mengingat perusahaan tersebut memiliki sekitar 31.000 karyawan dan 28.000 pensiunan.
"Jadi, Pos Indonesia ini kan dalam kondisi yang memang harus diperhatikan, ya. Harus diperhatikan karena ada 31.000 karyawan, ditambah lagi pensiunan itu ada 28.000. Jadi banyak sekali stakeholder yang ada di PT Pos, hajat hidup orang banyak," kata Anggia usai audiensi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Salah satu persoalan yang dibahas ialah kepastian pembayaran gaji karyawan PT Pos, yang akan jatuh tempo pada 1 September mendatang. Kondisi keuangan perusahaan saat ini membuat kebutuhan tersebut harus segera dicarikan solusi.
PT Pos diketahui memiliki sejumlah tagihan kepada pemerintah. Salah satunya kepada Kementerian Sosial (Kemensos) dengan nilai Rp158 miliar berdasarkan hasil audit.
"Tagihannya PT Pos ke Kemensos itu 158 (miliar). 158 itu hasil audit. Mereka catatannya sebenarnya 200 something, tetapi hasil audit itu 158 miliar. Yang itu nanti dipakai buat membayar gaji karyawan," ujarnya.
Selain tagihan kepada Kemensos, PT Pos juga memiliki tagihan kepada Perum Bulog dan Perum Peruri. Audiensi tersebut tidak hanya membahas kebutuhan jangka pendek terkait pembayaran gaji, tetapi juga langkah penyehatan PT Pos Indonesia dalam jangka panjang.
Anggia mengatakan terdapat komitmen bersama antara manajemen, karyawan, dan Danantara untuk memperbaiki kondisi perusahaan yang saat ini masih terpuruk.
Baca Juga: Pushep: Aktivitas Tambang PT Position Tidak Dapat Disebut Penyerobotan Lahan
"Di samping itu, lebih ke depannya lagi tentu ada komitmen bersama antara manajemen, karyawan yang 31.000 itu tadi, dan Danantara untuk bisa sama-sama menyehatkan kondisi PT Pos yang hari ini masih terpuruk," tuturnya.
Menurutnya, PT Pos masih memiliki prospek besar di sektor logistik. Karena itu, perusahaan perlu disehatkan agar dapat kembali berkembang dan memberikan manfaat bagi negara.
"Memang Pos ini sebenarnya kan jadi bisnis atau ya bisnis masa depan, bisnis logistik masa depan yang memang harus disehatkan. Dan kita sudah punya komitmen untuk bareng-bareng bisa membuat PT Pos Indonesia menjadi lebih berjaya lagi," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









