Akurat Logo

Prabowo Terima Laporan 100 Kampung Nelayan, Kapal Bantuan Mulai Didistribusikan

Moehamad Dheny Permana | 1 September 2026, 23:11 WIB
Prabowo Terima Laporan 100 Kampung Nelayan, Kapal Bantuan Mulai Didistribusikan
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di Hambalang. (Biro Pers Setpres)

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti, Wahyu Trenggono, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan serta pendistribusian bantuan kapal bagi para nelayan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, kedua menteri menghadap Presiden Prabowo untuk melaporkan perkembangan sejumlah program pemerintah yang menyasar masyarakat pesisir.

“Keduanya menghadap Presiden untuk melaporkan perkembangan pembangunan 100 pertama Kampung Nelayan serta pendistribusian bantuan kapal bagi para nelayan,” ujar Teddy.

Menurut Teddy, pembangunan Kampung Nelayan menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pembangunan kawasan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat nelayan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih layak dan produktif.

Selain pembangunan Kampung Nelayan, Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai pendistribusian bantuan kapal bagi para nelayan.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sarana dan kapasitas nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut.

Dukungan itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan nelayan di berbagai daerah.

Baca Juga: KPK Belum Pastikan Panggil Bupati Bogor Rudi Susmanto Terkait Kasus Dugaan Korupsi

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.