Prabowo Harap Nilai Perdagangan Indonesia-Rusia Digandakan Lewat I-EAEU FTA 2027

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengusulkan agar nilai perdagangan Indonesia dan Rusia digandakan melalui Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Diketahui, nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai sekitar USD5 miliar pada 2025. Angka tersebut meningkat 21,7 persen dibandingkan dengan 2024.
"Dalam forum ini, saya mengusulkan bahwa Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas untuk kita untuk menggandakan perdagangan kita dalam periode pertama peninjauan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement," kata Prabowo, saat berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Prabowo Dorong Jalur Pelayaran dan Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia
Menurutnya, peluang untuk meningkatkan perdagangan kedua negara didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia dan Rusia yang saling melengkapi. I-EAEU FTA sendiri direncanakan mulai diterapkan pada 2027.
Prabowo berharap, penerapan perjanjian perdagangan bebas tersebut dapat semakin mempererat hubungan Indonesia dan Rusia, termasuk dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.
"Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan, pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan sekarang mitra perdagangan bebas," ujarnya.
Baca Juga: Intelijen Denmark Ungkap Rencana Sabotase Rusia Sasar Industri Pertahanan
Prabowo mengatakan, Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan di sektor masing-masing yang dapat saling melengkapi dalam hubungan perdagangan bilateral. Indonesia memiliki sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kopi, perikanan, karet, tekstil, dan barang konsumsi.
Indonesia juga memiliki angkatan kerja muda serta menjadi gerbang menuju pasar ASEAN yang mencakup sekitar 680 juta penduduk. Sementara Rusia memiliki sejumlah sektor unggulan, di antaranya gandum, pupuk, energi, sains, serta rekayasa teknologi.
"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan," tutup Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









