Akurat Logo

281 Atlet Hadir di Istana untuk Pelepasan Menuju Asian Games di Jepang

Moehamad Dheny Permana | 9 September 2026, 15:49 WIB
281 Atlet Hadir di Istana untuk Pelepasan Menuju Asian Games di Jepang
Presiden Prabowo Subianto secara langsung akan melepas kontingen Indonesia yang akan bersaing dalam Asian Games di Jepang. - Akurat.co/Moehamad Dheny Permana

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, secara langsung melepas 432 kontingen Indonesia dari 35 cabang olahraga, yang akan bersaing dalam Asian Games di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

"Pelepasan atlet Asian Games, totalnya yang dikirim 432 dari 35 cabang olahraga. (Yang hadir) Kurang lebih 281 karena beberapa sudah berangkat," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Dia menyampaikan, atlet dari sejumlah cabang olahraga sudah lebih dulu berangkat dan ada yang masih menjalani pemusatan pelatihan. Sehingga tidak semua atlet cabang olahraga tidak mengikuti langsung pelepasan ini.

Baca Juga: Asian Games: Nagoya Dihantam Badai dan Banjir, Timnas Basket Indonesia Tak Bisa Latihan

"Ada bola basket sudah berangkat, terus ada wushu yang masih training camp di sana, bulu tangkis kalau enggak salah malam ini udah mulai berangkat karena mau training camp juga," paparnya.

Pelatihan nasional (pelatnas) yang saat ini dijalankan sudah lebih terarah. Berdasarkan dukungan Presiden Prabowo, saat ini terdapat spesifikasi pelatnas untuk Olimpiade, Asian Games, atau SEA Games.

"Jadi alhamdulillah dukungan bapak Presiden sekarang yang namanya pelatnas itu kita sudah punya spesifikasi, ada yang olimpiade, Asian Games, SEA Games, tidak ada lagi yang pelatnas sebagai payung saja sekarang kita sudah ada indeks masing-masing cabor dan untuk para atletnya sendiri," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.