Sudan Ajak Indonesia Jajaki Lahan Pertanian dan Pertenakan Dukung Ketahanan Pangan

AKURAT.CO Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Pertahanan Republik Sudan, Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan, untuk membuka peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan.
Hassan Daoud mengatakan, kunjungannya ke Indonesia bertujuan membangun kerja sama strategis di berbagai bidang, terutama pertahanan.
"Kehadiran kami sebagai Menteri Pertahanan Republik Sudan ke Indonesia bertemu dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia adalah untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang, terkhusus di bidang pertahanan karena kami melihat Indonesia adalah negara sahabat yang sudah sangat lama mengenal Indonesia ini sehingga ke depan kami akan membangun banyak program strategis antara Indonesia dan Sudan," kata Hassan, di Kantor Kemhan, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Inflasi Tercatat 3,19 Persen, Mendagri Ingatkan Pemda Perhatikan Kenaikan Harga Pangan
Dia juga menyebut adanya kesamaan agama dan budaya dengan Indonesia, sebagai salah satu faktor yang memperkuat hubungan kedua negara. Bahkan Sudan banyak memberikan beasiswa kepada alumni-alumni Indonesia yang pernah belajar di International University of Africa di Sudan.
Terkait potensi kerja sama ekonomi dan ketahanan pangan, Sudan siap menawarkan berbagai sumber daya yang dimilikinya untuk dijajaki bersama Indonesia.
"Kekayaan-kekayaan alam di Sudan, kebaikan-kebaikan yang kami punya di Sudan dan semua yang kami miliki dari hal-hal yang bisa bermanfaat untuk Indonesia adalah sesuatu yang kita bisa kerjasamakan dan itu menjadi kebaikan Indonesia dan kami juga datang ke sini untuk melihat apa yang bisa kami ambil dan kami pelajari dari kebaikan Indonesia," tegas dia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan potensi lahan pertanian serta sektor peternakan di Sudan, ditawarkan untuk dijajaki bersama Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan.
"Salah satu hal menarik yang juga dibicarakan adalah peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan. Sudan menyampaikan potensi yang mereka miliki berupa lahan pertanian yang luas dan subur serta sektor peternakan yang cukup besar," kata Rico.
Selain ketahanan pangan, kedua negara membahas sejumlah peluang kerja sama di bidang pertahanan. Pembahasan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel dan kadet, serta pengembangan kerja sama antarlembaga pendidikan pertahanan.
Baca Juga: AS Terbuka: Sempat Terganggu Bau Ganja di Lapangan, Aryna Sabalenka Tetap Mulus ke 16 Besar
Sudan juga menyampaikan keinginan untuk kembali mengirim personelnya mengikuti pendidikan di Indonesia, termasuk melalui Universitas Pertahanan.
"Bagi Indonesia, tentunya peluang ini menarik untuk dipelajari lebih lanjut, terutama kemungkinan kolaborasi yang memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara," tambahnya.
Selain itu, kedua negara juga melihat potensi kerja sama ekonomi yang lebih luas. Posisi strategis Sudan dan kedekatannya dengan sejumlah negara di Afrika, dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas hubungan dengan kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









