Prabowo Sukses Perkuat Kerja Sama Internasional Melalui KTT BRICS

AKURAT.CO Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam KTT ke-18 BRICS di India memiliki agenda yang jelas dan tidak hanya untuk memenuhi undangan semata.
Menurut Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, Presiden Prabowo memanfaatkan perhelatan tersebut sebagai momentum bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama dengan sesama anggota BRICS.
Upaya tersebut diharapkan dapat membawa dampak langsung bagi Indonesia, misalnya melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.
Oleh karena itu, pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo berulang kali menekankan urgensi dan pentingnya negara-negara anggota BRICS mempererat kolaborasi.
"Indonesia tentu tidak menghadiri forum tersebut tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah memanfaatkan forum itu untuk memperluas kerja sama. Agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan," ujar Qodari, melalui keterangan resmi, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Kehadiran Prabowo di KTT BRICS Buka Peluang Ekonomi Indonesia
Adapun dalam sesi tertutup KTT BRICS, yang digelar Sabtu (12/9/2026), Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin didikte oleh kekuatan mana pun.
Menurutnya, fondasi utama kemandirian harus dibangun dari dalam negeri, mulai dari kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat, menjamin ketahanan energi, menyediakan pendidikan, hingga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama.
Pada sesi yang sama, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara anggota BRICS untuk saling membantu demi mencapai kemakmuran bersama. Dalam hal ini, ia menekankan bahwa posisi Indonesia tetap sejajar dengan negara lain dalam menjalin kerja sama untuk mendorong tatanan dunia yang lebih adil dan setara, tetapi tetap berpijak pada kepentingan nasional.
Qodari mengatakan, hal tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Yakni membangun kerja sama internasional berdasarkan asas saling percaya dan keinginan untuk tumbuh bersama tanpa harus memihak atau bergantung pada satu maupun sejumlah poros tertentu.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa kunjungan Prabowo ke KTT BRICS sejatinya telah sejalan dengan amanat konstitusi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




