BOMA Indonesia Dorong Pengelolaan Gedung Berkelanjutan, ESG Jadi Sorotan

AKURAT.CO Pengelolaan gedung kini menghadapi tuntutan yang semakin kompleks. Selain memastikan operasional dan pemeliharaan berjalan optimal, pengelola properti juga dituntut meningkatkan efisiensi energi, mengendalikan biaya, menjaga kenyamanan pengguna, serta menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Kondisi tersebut menjadi perhatian BOMA Indonesia yang akan menggelar forum bertajuk The Future of Sustainable Buildings: Driving Operational Innovation for Energy Efficiency & ESG Excellence pada 24 September 2026 di Ballroom Lippo Kuningan, Jakarta.
Forum tersebut akan mempertemukan pemilik gedung, pengembang, asset manager, profesional property management, serta pemangku kepentingan untuk membahas tantangan dan inovasi dalam pengelolaan bangunan berkelanjutan.
Sebagai organisasi nirlaba yang menaungi para profesional di bidang building and property management, BOMA Indonesia mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia sekaligus pertukaran pengetahuan dan penerapan praktik pengelolaan properti yang profesional serta berkelanjutan.
President BOMA Indonesia, Irwan Sendjaja, akan membawakan sesi bertajuk Bridging Design and Operations for Sustainable Buildings.
Sesi tersebut akan membahas keterkaitan antara proses perancangan bangunan dengan strategi operasional agar bangunan memiliki tingkat efisiensi dan kinerja yang optimal dalam jangka panjang.
Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan akademisi dan praktisi.
Director of Center for Policy and Public Management SBM ITB, Yudo Anggoro, akan membahas inovasi di bidang engineering, efisiensi energi, serta integrasi prinsip ESG dalam pengelolaan gedung.
Sementara itu, President IS2P Satrio Prakoso akan mengulas prospek gedung perkantoran di Indonesia dari perspektif ESG.
Pembahasan juga mencakup tekanan biaya operasional dan perubahan kebutuhan tenant di masa mendatang.
Dari sisi regulasi, perwakilan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta akan memaparkan perkembangan kebijakan terkait intensitas bangunan, termasuk implementasi regulasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) 2026.
Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan perkotaan, terutama di tengah kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan properti, efisiensi pemanfaatan ruang, dan keberlanjutan.
Baca Juga: Cara Menggunakan Google Gemini di Mobil yang Sudah Dukung Google Built-in
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





