Tekan Angka Kecelakaan Transportasi, Teknologi Simulator dalam Pendidikan Vokasi Harus Diperbarui

AKURAT.CO Komisi V DPR RI menegaskan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan vokasi perhubungan, baik darat, laut, maupun udara, sebagai salah satu upaya menekan angka kecelakaan transportasi nasional.
"Yang menjadi target kita sebenarnya adalah mengurangi kecelakaan, baik udara, laut, maupun darat. Darat ini, kalau kita memperhatikan, banyak juga kecelakaan yang sifatnya fatal," kata Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B. Kady, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Politeknik Transportasi Darat Indonesia-Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD), Bekasi, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Dia menyoroti persoalan kecelakaan transportasi darat tidak hanya disebabkan oleh faktor pengemudi, tetapi juga kondisi infrastruktur jalan. Komisi V DPR RI bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah menyepakati pembenahan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol agar dapat dimaksimalkan pelaksanaannya.
Baca Juga: Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu, TransJakarta Bakal Disuntik Modal Tambahan
Hamka mengapresiasi keberadaan sekolah vokasi di bawah Kementerian Perhubungan yang mencakup matra udara, laut, dan darat, termasuk pendidikan operator forklift yang menurutnya turut berperan penting dalam kegiatan di pelabuhan.
Dia berharap, seluruh peserta didik yang dididik di sekolah-sekolah vokasi tersebut dapat benar-benar kompeten di bidangnya, sehingga tingkat kecelakaan transportasi dapat ditekan.
Selain itu, dia juga menyoroti kebutuhan teknologi pada simulator pendidikan vokasi di seluruh matra transportasi, baik darat, laut, maupun udara, yang sudah waktunya diperbarui, termasuk kebutuhan penggantian chip pada simulator penerbangan agar sesuai dengan sistem penerbangan terbaru.
Namun, dia mengakui persoalan pembiayaan menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. "Anggaran Republik ini tahun ini saja Rp4.100 triliun, Kementerian Perhubungan hanya mendapat sekitar Rp 32 triliun, itu pun ditambah Rp4 triliun saja, sehingga bisalah bergerak sedikit," ungkapnya.
Baca Juga: Transportasi Umum Gratis 2027 Diperluas, 6 Kelompok Ini Bisa Naik Transjakarta, MRT, dan LRT
Untuk itu, dia mengusulkan Komisi V DPR RI bersama jajaran Kementerian Perhubungan melakukan exercise atau kajian bersama jauh-jauh hari sebelum penyusunan anggaran Tahun 2028.
Sehingga, kebutuhan anggaran sektor pendidikan vokasi, baik dari sisi peningkatan kualitas maupun sarana-prasarana, dapat disusun berdasarkan reasoning ilmiah dan fakta di lapangan.
"Ayo kita diskusi semua, betul-betul, sehingga kita bisa bayangkan seperti apa kebutuhan anggaran di sektor pendidikan vokasi. Kita harus bedakan dari sisi peningkatan kualitas dan dari sisi sarana dan prasarana pendidikan itu sendiri," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







