Pengalaman Arrmanatha Mampu Perkuat Diolomasi Indonesia di Tengah Dinamika Global

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, mengucapkan selamat atas pengangkatan Arrmanatha Nasir menjadi Menteri Luar Negeri. Pengalaman panjang Arrmanatha sebagai diplomat karier, diharapkan dapat memperkuat diplomasi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
"Saya mengucapkan selamat kepada Pak Arrmanatha Nasir atas amanah sebagai Menteri Luar Negeri. Beliau diplomat karier dengan pengalaman panjang, termasuk di PBB. Ini modal penting untuk memimpin Kemlu di tengah situasi internasional yang semakin rumit," ujar Sukamta dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Legislator PKS Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta itu berharap, Arrmanatha dapat memperkuat peran Kemlu dalam merumuskan dan mengawal kebijakan luar negeri Presiden.
Baca Juga: Indonesia Bidik Kursi DK PBB, Perluas Diplomasi di Tengah Gejolak Global
Kapasitas diplomat Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal agar setiap kebijakan dan kesepakatan internasional memiliki kajian yang matang, posisi yang jelas, serta tindak lanjut yang terukur.
"Koordinasi antarkementerian juga harus kuat karena banyak persoalan luar negeri berkaitan langsung dengan ekonomi, pertahanan, dan kepentingan masyarakat," katanya.
Sukamta juga menekankan pentingnya menjaga prinsip politik luar negeri bebas aktif, sebagai fondasi kemandirian Indonesia dalam mengambil keputusan.
"Politik luar negeri bebas aktif harus menjaga kemandirian Indonesia dalam mengambil keputusan. Kita perlu mampu bekerja sama dengan berbagai negara sekaligus tegas mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional," tegasnya.
Dia menyoroti sejumlah agenda yang perlu menjadi perhatian Menlu baru, mulai dari perlindungan WNI di luar negeri hingga diplomasi ekonomi yang mampu memperkuat industri nasional dan membuka lapangan kerja di dalam negeri.
Baca Juga: Dari Menara 165, Persahabatan Dua Negara Serumpun: Prof Ary Ungkap Makna Diplomasi Spiritual
Sukamta juga meminta Indonesia tetap konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina. "Untuk Palestina, bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi harus berjalan seiring dengan perjuangan mengakhiri pendudukan dan mewujudkan negara Palestina yang merdeka," ujarnya.
Selain itu, Indonesia diharapkan semakin aktif menggerakkan ASEAN menuju kerja sama yang lebih produktif, terutama di sektor industri, energi, dan ketahanan pangan.
"Ukuran keberhasilan diplomasi harus terlihat pada hasilnya: warga kita terlindungi, kedaulatan terjaga, peluang ekonomi bertambah, dan Indonesia semakin mampu ikut menyelesaikan persoalan dunia. Komisi I tentu siap bekerja bersama sekaligus menjalankan pengawasan agar tujuan tersebut tercapai," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







