Program Kebun Pangan Perempuan Perkuat Ekonomi Keluarga

AKURAT.CO Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendorong penguatan akses perempuan terhadap lahan produktif, untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan keluarga.
Upaya ini perlu dimulai dari kebutuhan masyarakat dengan menghubungkan potensi lokal terhadap akses lahan, pendampingan, dan peluang pengembangan usaha.
Pasalnya, ketika ibu-ibu memiliki akses terhadap lahan, mereka bisa mendapatkan penghasilan dari hasil yang dikelola sendiri.
Karena itu, Kebun Pangan Perempuan menjadi salah satu program yang didorong bersama pemerintah daerah.
"Kita ingin program ini tumbuh dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar dari pemerintah. Sehingga potensi dan penggerak lokal yang sudah ada bisa berkembang," kata Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Baca Juga: Ada Aturan Khusus Perempuan dan Anak di RUU Ketenagakerjaan, Apa Saja?
Saat menghadiri Festival 11 Tahun Hikayat Bambu dan Peluncuran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) NUN di Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat (8/10/2026), Veronica mengungkapkan bahwa gerakan yang telah dibangun Kampoeng Batara selama 11 tahun melalui ruang belajar dan berekspresi bagi anak-anak serta pemberdayaan perempuan, perlu didukung dengan tindak lanjut nyata.
Agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, maka perlu duduk bersama untuk mendengarkan apa yang dibutuhkan masyarakat dan mencari solusi yang bisa segera dilaksanakan.
"Jangan sampai kegiatan hanya berlangsung sesaat. Ruang yang sudah ada harus terus dimanfaatkan oleh anak-anak untuk berekspresi dan oleh ibu-ibu untuk berdiskusi serta mengembangkan usaha. Pemerintah perlu hadir untuk membuka akses dan menghubungkan mereka dengan pihak-pihak yang bisa mendukung,” jelasnya.
Veronica menyatakan, salah satu aspirasi yang mengemuka ialah akses pengelolaan lahan bagi perempuan petani, termasuk petani jagung.
Melalui Kebun Pangan Perempuan, Kementerian PPPA mendorong penjajakan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga, serta para stakeholder terkait untuk mendukung akses lahan dan pendampingan pertanian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









