Ukraina Desak IOC Pertahankan Larangan Atlet Rusia di Olimpiade Musim Dingin 2026

AKURAT.CO Menteri Pemuda dan Olahraga Ukraina, Matviy Bidnyi, menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk membahas kemungkinan atlet Rusia dan Belarusia kembali tampil dengan bendera nasional pada Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan-Cortina. Hal ini ia sampaikan dalam wawancara dengan CNN Sports, di saat proses negosiasi perdamaian perang Ukraina–Rusia masih berlangsung.
Saat ini, atlet Rusia dan Belarusia diperbolehkan bertanding hanya sebagai atlet netral individu (AIN), dengan seleksi ketat untuk memastikan mereka tidak pernah mendukung perang. Sementara itu, tim nasional dari kedua negara—termasuk cabang olahraga seperti hoki es—tetap dikenakan larangan bertanding, dan simbol negara seperti bendera serta lagu kebangsaan juga dilarang tampil di arena Olimpiade.
Namun, meningkatnya pembahasan proposal perdamaian menimbulkan pertanyaan: apakah status atlet tersebut akan berubah jika kesepakatan tercapai sebelum Olimpiade dimulai pada 6 Februari 2026?
“Saya rasa terlalu cepat untuk membahas hal itu,” ujar Bidnyi.
“Kami kehilangan pelatih, atlet, dan fasilitas karena perang. Masih terlalu jauh untuk mengatakan bahwa keadilan telah tercapai.”
Kerusakan Infrastruktur Olahraga Ukraina Capai 800 Fasilitas
Dampak perang terhadap dunia olahraga Ukraina semakin berat. Kementerian Olahraga Ukraina melaporkan 800 fasilitas olahraga rusak sejak invasi Rusia pada 2022—naik dari 500 laporan pada 2024.
Kondisi ini memaksa sebagian besar atlet nasional berlatih di luar negeri untuk persiapan Olimpiade. Sejauh ini, baru 18 atlet Ukraina yang lolos kualifikasi, namun targetnya adalah mengirim sekitar 40 atlet ke Italia.
Bidnyi menambahkan bahwa sejumlah fasilitas membutuhkan listrik stabil, terutama arena es. Namun pasokan listrik di Kyiv masih kerap bergantung pada generator karena serangan yang dituduh dilakukan Rusia.
Kontroversi: Paralympic Committee Izinkan Atlet Rusia dan Belarusia
Meskipun IOC (Komite Olimpiade Internasional) belum mencabut larangan terhadap simbol negara Rusia dan Belarusia, IPC (Komite Paralimpiade Internasional) telah membuka pintu bagi atlet kedua negara tampil pada Paralimpiade Musim Dingin—tergantung keputusan federasi olahraga masing-masing cabang.
Beberapa federasi besar seperti FIS, IBU, dan World Curling tetap mempertahankan larangan, sementara sejumlah atlet dari kedua negara dilaporkan kehilangan kesempatan kualifikasi.
Bidnyi menyebut keputusan IPC itu “aneh” dan mendesak agar solidaritas terhadap Ukraina tetap dipertahankan.
“Perang bukan politik, perang adalah kejahatan,” tegasnya.
“Pelaku kejahatan tidak seharusnya mendapatkan panggung internasional.”
Olimpiade Sebagai Simbol Ketahanan Ukraina
Terlepas dari polemik internasional, Bidnyi menegaskan bahwa kehadiran atlet Ukraina di panggung Olimpiade merupakan simbol ketahanan nasional, harapan, dan kekuatan moral bangsa.
Ukraina meraih satu medali di Olimpiade 2022 melalui Oleksandr Abramenko, yang memenangkan perak di nomor aerial ski freestyle setelah sebelumnya meraih emas di 2018.
“Ini kesempatan penting untuk menunjukkan keberadaan Ukraina,” ujar Bidnyi yang mengaku hanya tidur tiga jam karena serangan rudal semalam.
“Olahraga adalah panggung untuk menunjukkan nilai kemerdekaan, martabat, dan tekad untuk menang,” imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








