Sapu Bersih Dualisme Organisasi Kepemudaan, Erick Thohir Terbitkan Permenpora Baru

AKURAT.CO Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan komitmennya untuk memberantas persoalan dualisme kepengurusan yang kerap menggerogoti Organisasi Kepemudaan (OKP) serta federasi olahraga nasional.
Langkah tegas tersebut diambil melalui Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) terbaru yang dirancang untuk memangkas birokrasi, menghentikan pemborosan anggaran seremoni, hingga memberikan kepastian hukum bagi organisasi kepemudaan di Indonesia.
Erick Thohir mengungkapkan bahwa payung hukum anyar ini mewajibkan setiap OKP yang telah merampungkan kongres atau musyawarah nasional untuk langsung melaporkan hasilnya kepada Kemenpora tanpa perlu menggelar pelantikan yang berulang-ulang.
"Di dalam peraturan tersebut sudah jelas bahwa ketika organisasi kepemudaan melaksanakan kongres, mereka cukup melaporkannya kepada kami. Tidak perlu lagi mengadakan pelantikan yang berulang-ulang. Biarkan organisasi berjalan secara efisien," kata Erick Thohir di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Tenggat Akhir Dualisme Cabor, Erick Thohir Bakal Ambil Alih Jika Tak Segera Bersatu
Ia menyayangkan banyaknya anggaran organisasi yang selama ini habis hanya untuk kegiatan seremonial, seperti menyewa hotel mewah, ketimbang dialokasikan untuk program kerja yang berdampak langsung bagi pemuda.
Melalui mekanisme baru ini, Kemenpora akan melakukan verifikasi hasil kongres untuk kemudian diteruskan secara resmi kepada Menteri Hukum guna mendapatkan pengesahan kelembagaan. Langkah ini dinilai efektif menutup celah munculnya kepengurusan tandingan dari pihak yang kalah dalam kongres.
"Capek kalau terus seperti ini. Tidak mungkin kita membangun sesuatu dengan perpecahan," tegasnya.
Erick membeberkan bahwa implementasi aturan baru ini telah mulai berjalan. Organisasi Pemuda Hindu dan GIMURA menjadi contoh awal yang telah melalui proses verifikasi Kemenpora hingga diteruskan ke Kementerian Hukum.
Ke depan, ia berharap skema ini dapat diterapkan secara bertahap kepada organisasi lain yang masih dibelit perpecahan internal, seperti KNPI yang sempat terpecah menjadi tujuh kubu, hingga tiga cabang olahraga yang masih mengalami dualisme.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







