AKURAT.CO Pameran otomotif GIIAS 2024 tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan inovasi dan teknologi terbaru dari merek-merek otomotif global.
Acara GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC 2024) menjadi wadah bagi para pakar otomotif, pejabat pemerintah, dan pemangku kepentingan industri untuk berdiskusi tentang masa depan mobilitas global.
Pengurangan emisi karbon sendiri menjadi program besar pemerintah di segala sektor industri, tak terkecuali di sektor otomotif. Mulai dari fase awal kehadiran kendaraan listrik seperti sistem hybrid ringan hingga kendaraan listrik berbasis baterai sudah mulai dilakukan.
Namun beberapa faktor dan alasan, masih membuat masyarakat sanksi menggunakan kendaraan berbasis baterai. Salah satu solusi yang kini ditempuh adalah diterapkannya penggunaan bahan bakar baru dan terbarukan seperti bio ethanol.
Staf Khusus Kementerian ESDM, Agus Tjahajana dalam pemaparannya mengungkapkan Indonesia telah berkomitmen di forum transisi energi dunia, bahwa di 2030 akan mampu menurunkan emisi karbon nasional hingga 32 persen dan 40% bila kerja sama dengan dunia Internasional.
"Target emisi sektor energi sebesar 1.311 juta ton hingga 1.230 juta ton co2 ekuivalen ataudan pemanfaatan energi baru serta terbarukan akan dipercepat peningkatannya dari 11,5% pada 2019 menjadi 31% pada 2050," ujarnya dalam acara GIAC 2024 di ICE BSD City, Selasa (23/7).
Ia juga memaparkan bahwa transisi ke kendaraan listrik saat ini juga tetap diupayakan pemerintah melalui ragam cara. Tapi pilihan-pilihan terhadap solusi untuk mengurangi CO2 tetap terbuka lebar.
Baca Juga: Lampaui Target, Pupuk Indonesia Reduksi 1,91 Juta Ton Emisi Karbon di 2023
"Jadi nantinya ini ideal yang polusinya hampir tidak ada tapi infrastruktur seperti SPBU masih beroperasi. Ini merupakan salah satu solusi baik dalam karena konsumen ragu dan bertanya kelengkapan ekosistem kendaraan lsitrik," sebut Agus.
Pihaknya percaya industri otomotif akan mendukung kesuksesan pemerintah dalam menurunkan emisi CO2 dari sektor transportasi melalui berbagai cara. Salah satunya dengan implementasi flexy engine.
"Artinya sebuah kendaraan bisa menggunakan penggerak lsitrik dan juga berbahan bakar nabati, sehingga disebut hibrida," terang dia.
Sesuai dengan program pemerintah, ragam kendaraan ramah lingkungan juga banyak yang dipajang di GIIAS 2024. Mulai dari teknologinya, inovasi terbaru yang dilakukan ragam merek kendaraan, hingga aneka solusi industri mengurangi emisi karbondioksida.
Hadir juga empat pembicara lain sebagai narasumber GIAC 2024 yaitu Muhammad Rachmat Kaimuddin selaku Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi di Kemenko Maritim dan Investasi dan Mr. Hitoshi Hayashi selaku Head of Fuels and Lubricants Sub-Committee, Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA).
Hadir pula Mr. Wang Yao PhD selaku Deputy Chief Engineer China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) dan Mr. Shigetaka Hamada, General Manager Hydrogen System Products Development Div, Toyota Motor Corporation (TMC).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









