7 Tips Melatih Anak Buang Air Kecil dan BAB Sendiri di WC dengan Menyenangkan

AKURAT.CO Ketika anak-anak mencapai usia empat atau lima tahun, pikiran mereka sudah mampu menerima instruksi dari orang tua mereka.
Kali ini sangat tepat untuk mendidik mereka secara perlahan untuk menyiram toilet dan akhirnya berhenti menggunakan popok sekali pakai.
Namun proses mendidik si kecil untuk muntah di toilet atau 'potty train' bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan banyak konsistensi dan kesabaran.
Seorang ibu, Wan Elina Fatini berbagi tips di Facebook tentang cara memulai 'kereta pispot' untuk menjadi panduan bagi orang tua lainnya.
Berikut tips yang dibagikan oleh Wan Elina:
1. Bunda harus kuat secara mental!
Ini adalah hal yang paling penting. Menurut pengalamannya sendiri, si kecil cenderung 'dikucilkan' dan terkadang bunda kehilangan kesabaran dan ingin marah. Kamu harus sabar dan jangan menyerah.
2. Jangan Bosan Ingatkan si kecil
Sering mengingatkan si kecil bahwa ia perlu ke toilet setiap kali ingin buang air besar.
Jangan lelah untuk mengingatkan meskipun itu setiap 10 menit.
3. Beli 'kursi toilet' yang lucu
Untuk membiasakan si kecil, Anda bisa mulai dengan membelikannya 'potty chair'atau kursi toilet.
4. Simpan semua karpet
Hal ini memudahkan tugas ibu saat memulai proses 'potty train' karena dikhawatirkan si kecil akan 'terisolasi' di atas karpet.
Siapkan juga alat pencuci lantai di satu tempat.
5. Catat waktunya
Disarankan untuk menggantung papan tulis di ruang mana pun seperti di dekat toilet. Catat waktu yang dilempar si kecil.
Dari situ, ibu bisa mengantisipasi saat si kecil ke toilet nanti.
6. Mulai kereta pispot saat siap dan gratis
Proses ini tidak menjadi masalah bagi ibu rumah tangga. Namun untuk ibu bekerja, Anda bisa mencoba memulainya saat akhir pekan atau hari libur karena membutuhkan fokus.
7. Tetap Siaga di malam hari
Selain itu, tutupi sprei dengan pembalut atau kain sebagai persiapan jika si kecil 'terpeleset' tak sadarkan diri saat tidur.
Pada dasarnya kesabaran dan komitmen dari ibu adalah kunci sukses dari proses ini.
Jangan stres, lakukan dengan santai agar anak juga enjoy dan kooperatif. Semoga beruntung!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



