Menteri P2MI Resmikan Migrant Center UTB, Perkuat Akses Karier Global dan Pelindungan Pekerja Migran

AKURAT.CO Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, meresmikan Migrant Center Universitas Teknologi Bandung (UTB), pada Jumat (9/10/2026).
Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah untuk membuka akses karier internasional, sekaligus meningkatkan kompetensi dan pelindungan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Migrant Center UTB hadir sebagai pusat layanan informasi, pengembangan kompetensi, dan pendampingan bagi calon pekerja migran.
Melalui fasilitas ini, UTB berkomitmen memperluas kesempatan bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat untuk mengakses peluang kerja global melalui prosedur penempatan yang resmi, aman, dan terlindungi.
Kegiatan peresmian tersebut dihadiri Menteri P2MI, Mukhtarudin; Rektor Universitas Teknologi Bandung, Assoc. Prof. Dr. Muchammad Naseer; Sekjen Kementerian P2MI, Komjen Dwiyono; Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan Susanto; Stafsus Menteri P2MI Bidang Kebijakan dan Regulasi Pekerja Migran Indonesia, Venno Tetelepta; Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia KP2MI, Abri Danar Prabawa; Tenaga Ahli Utama Menteri P2MI, Egy Massadiah; serta Kepala BP3MI Jawa Barat, Kombes Singgih Hermawan.
Turut hadir Ketua Umum APTISI Pusat, Prof. Budi Djatmiko; Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. Eddy Soeryanto Soegoto; jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Barat, Bandung Raya, dan Kabupaten Majalengka, jajaran pimpinan BP3MI Jawa Barat, pimpinan instansi, mitra strategis dan asosiasi yang bekerja sama dengan UTB, serta jajaran pimpinan UTB.
Kegiatan ini juga diikuti oleh peserta Program SMK Go Global dan Program Kuliah di UTB dan Bekerja di Jepang.
Dalam arahannya, Menteri P2MI menekankan pentingnya mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Menurutnya, peningkatan kualitas calon pekerja migran perlu dilakukan sejak tahap persiapan melalui pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, hingga sertifikasi kompetensi.
Upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI dalam memperkuat ekosistem penempatan dan pelindungan pekerja migran, mulai dari persiapan sebelum keberangkatan, selama bekerja di negara tujuan, hingga kembali ke Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








