Akurat Logo

Cara Mendapatkan Pakan Kambing dan Sapi saat Musim Kemarau

Redaksi Akurat | 23 Oktober 2026, 15:53 WIB
Cara Mendapatkan Pakan Kambing dan Sapi saat Musim Kemarau
Kambing

AKURAT.CO Musim kemarau sering menjadi tantangan bagi peternak kambing dan sapi. Berkurangnya curah hujan membuat rumput dan tanaman hijau lebih sulit tumbuh, sehingga ketersediaan pakan ternak bisa menurun.

Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat meningkatkan biaya pemeliharaan dan memengaruhi pertumbuhan serta produktivitas ternak. Karena itu, peternak perlu menyiapkan sumber pakan alternatif agar kebutuhan nutrisi kambing dan sapi tetap terpenuhi.

Dikutip dari berbagai sumber, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi keterbatasan pakan selama musim kemarau, mulai dari menyimpan hijauan hingga memanfaatkan limbah pertanian.

Baca Juga: Strategi Baru Memadukan Tanaman Kehutanan dan Pertanian Tanpa Merusak Lingkungan

Memanfaatkan Limbah Pertanian

Limbah pertanian dapat menjadi alternatif pakan ketika rumput segar mulai sulit ditemukan. Beberapa bahan yang bisa dimanfaatkan antara lain jerami padi, batang dan daun jagung, serta hasil samping pertanian lainnya.

Jerami padi, misalnya, dapat digunakan sebagai sumber serat untuk ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Namun, kandungan nutrisinya relatif terbatas sehingga perlu dikombinasikan dengan pakan lain yang lebih berkualitas.

Peternak juga perlu memastikan bahan yang digunakan tidak berjamur, busuk, atau tercemar bahan kimia berbahaya. Pengolahan yang tepat dapat membantu meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan.

Menyimpan Pakan dengan Teknik Silase

Silase merupakan pakan hijauan yang diawetkan melalui proses fermentasi dalam kondisi minim oksigen. Cara ini dapat membantu peternak menyediakan cadangan pakan ketika rumput segar sulit diperoleh.

Bahan yang dapat digunakan antara lain rumput, daun jagung, dan tanaman hijauan lain yang sesuai. Bahan tersebut dicacah, dimasukkan ke wadah kedap udara, lalu disimpan sampai proses fermentasi berlangsung dengan baik.

Pembuatan silase sebaiknya dilakukan saat hijauan masih tersedia melimpah. Dengan begitu, peternak memiliki persediaan pakan yang dapat digunakan ketika musim kemarau tiba.

Membuat Hay atau Rumput Kering

Selain silase, peternak dapat mengawetkan hijauan dengan membuat hay. Metode ini dilakukan dengan mengeringkan rumput atau tanaman pakan hingga kadar airnya cukup rendah untuk disimpan.

Hay yang dibuat dengan benar bisa bertahan lebih lama dibandingkan hijauan segar dan relatif mudah disimpan. Peternak dapat mengumpulkan rumput saat jumlahnya masih banyak, kemudian mengeringkannya di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.

Pastikan hay benar-benar kering sebelum disimpan agar tidak mudah berjamur. Penyimpanan juga perlu dilakukan di tempat yang terlindung dari hujan dan kelembapan.

Menanam Hijauan yang Tahan terhadap Kekeringan

Peternak dapat menyiapkan lahan khusus untuk menanam tanaman pakan yang relatif mampu beradaptasi dengan kondisi kering. Pemilihan jenis tanaman perlu disesuaikan dengan iklim, jenis tanah, dan ketersediaan air di wilayah peternakan.

Beberapa jenis rumput pakan, seperti rumput odot dan rumput gajah, dapat dipertimbangkan sesuai kondisi setempat. Meski demikian, pertumbuhan tanaman tetap dipengaruhi oleh tingkat kekeringan dan pengelolaan lahan.

Penanaman sebaiknya dilakukan dengan perencanaan yang matang, termasuk mengatur waktu panen dan penggunaan air. Dengan persediaan hijauan yang terkelola, peternak bisa mengurangi ketergantungan pada rumput liar.

Mengatur Pemberian Pakan dan Memanfaatkan Pakan Tambahan

Ketika stok hijauan terbatas, peternak perlu mengatur pemberian pakan agar persediaan yang ada dapat digunakan secara efisien. Pakan bisa dikombinasikan dari hijauan, limbah pertanian yang layak, dan sumber nutrisi tambahan sesuai kebutuhan ternak.

Bahan seperti dedak padi dapat digunakan sebagai salah satu sumber energi, sedangkan bahan lain bisa dipilih untuk melengkapi kebutuhan protein dan mineral. Komposisi pakan perlu disesuaikan dengan jenis ternak, bobot badan, umur, serta kondisi produksinya.

Peternak sebaiknya tidak mengganti seluruh jenis pakan secara mendadak. Perubahan dilakukan secara bertahap agar ternak dapat beradaptasi dan risiko gangguan pencernaan bisa dikurangi.

Keterbatasan pakan saat musim kemarau dapat diatasi dengan menyiapkan cadangan hijauan, membuat silase dan hay, memanfaatkan limbah pertanian, serta menanam tanaman pakan yang sesuai dengan kondisi lahan.

Peternak juga perlu memperhatikan kualitas dan keseimbangan nutrisi pakan, bukan hanya jumlahnya. Perencanaan sejak musim hujan menjadi langkah penting agar kambing dan sapi tetap mendapatkan pakan yang cukup ketika musim kemarau berlangsung.

Primandha Rachma Auzia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R