Selera Pemilih Indonesia: Tinggi-Ganteng, Merakyat, Kini Gemoy

AKURAT.CO Selera pemilih Indonesia hingga kini belum mengalami perubahan. Kalau pada 2009 senang yang tinggi dan ganteng, 2014 suka calon yang meraykat, pada 2024 suka yang gemoy.
Pengamat politik dari BRIN, Lili Romli menilai, selera pemilih tak lepas dari perilaku elite politik. Semakin sering elite pencitraan, maka rakyat boleh jadi dibuat mabuk dan tertarik dengan capres yang kapasitasnya perlu diperdebatkan.
"Mestinya politik pencitraan seperti itu harus ditinggalkan karena itu politik pembodohan. Rakyat hanya dibuat terbuai dan mabuk kepayang dengan cara-cara pencitraan seperti itu," kata Romli, di Jakarta, Senin (18/12/2023).
Baca Juga: Prabowo Sikapi Fenomena Gemoy, Bahagia Pipi Dicubit Emak-emak
Presiden SBY diyakini menang pemilu bukan hanya memposisikan diri didzalimi rezim. SBY menang pemilu pada 2009 karena dicitrakan figur tinggi dan ganteng.
Suksesornya, Megawati Soekarnoputri, dalam sejumlah kesempatan sering mengungkit hal itu. Dirinya kalah karena pemilih lebih suka sosok yang tinggi dan ganteng.
Presiden Jokowi menang Pilpres 2014 karena memposisikan diri sebagai figur yang merakyat. Turun langsung menyapa rakyat, bahkan turun ke gorong-gorong memeriksa pengerjaan proyek.
Baca Juga: Debat Capres Jadi Penentu Suara Pemilih Bimbang
Pada Pilpres 2024, Prabowo dicitrakan pemimpin yang gemoy alias menggemaskan. Publik suka Prabowo yang kerap berjoget, bukan sosok patriot dan nasionalis sebagaimana dicitrakan pada gelaran pilpres sebelumnya.
Lili berharap elite mengedukasi rakyat, karena boleh jadi publik sudah pintar dan tak mudah terbuai lagi. Namun lebih dari itu, aksi pencitraan yang tak substantif penting untuk dihindari karena meniadakan pendidikan politik.
"Yang didapat publik hanya sekadar hiburan tanpa substansi. Politik gagasan hilang. Adu visi dan program terabaikan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







