Bukan Popularitas, Warga Jakarta Lebih Pilih Pemimpin yang Rendah Hati

AKURAT.CO Popularitas disebut bukan menjadi faktor utama yang menentukan tingkat keterpilihan dalam Pilkada Jakarta 2024. Dari tiga pasangan calon yang akan bersaing, keterpilihan justru lebih besar kepada figur yang memiliki karakter rendah hati.
Pengamat politik dari Universitas Bung Karno, Novance Silitonga, mengatakan jika dilihat dari tingkat popularitas, maka Ridwan Kamil dan Rano Karno adalah dua sosok yang unggul. Namun, dia mengingatkan bahwa tingkat popularitas tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat keterpilihan.
"Jika aspek popularitas yang dibidik maka Ridwan dan Rano Karno sangat dikenal, tapi popularitas tidak selalu berbandinglurus dengan elektabilitas. Kita boleh populer dan dikenal luas, tapi kalau masyarakat nggak mau pilih kita jadi pemimpinnya, ya kalah juga," kata Novance kepada Akurat.co di Jakarta, Jumat (6/9/2024).
Oleh karenanya, kesuksesan di Pilkada Jakarta sangat tergantung kepada keberhasilan masing-masing paslon dalam mencitrakan dirinya sebagai figur yang layak dipilih warga Jakarta.
Baca Juga: Tiga Pasangan Cagub-Cawagub di Pilkada Jakarta Belum Penuhi Syarat Administrasi
"Pemilih Jakarta adalah masyakat yang sadar politik, jadi tidak gampang pengaruhi mereka dengan cara-cara yang murahan, misalnya isu-isu primordial," ujarnya.
Dia juga menyarankan, agar sebaiknya masing-masing paslon untuk membuat program-program yang masuk akal agar bisa lebih mudah dipahami dan diterima warga.
"Masyarakat cerdas dan terdidik selalu menggunakan rational choice. Mereka akan prefer pada paslon yang programnya tak muluk-muluk dan mudah diwujudkan," ujarnya.
"Masyarakat Jakarta adalah masyarakat ide yang akan melihat ide-ide positif yang ditawarkan tiap-tiap paslon. Ide-ide apa yang ditawarkan agar kesejahteraan dan kebahagian hidup warga semakin meningkat," sambungnya.
Lebih lanjut, Novance menyebut ada satu faktor yang sebetulnya paling menentukan tingkat keterpilihan, yaitu kerendahan hati. Menurutnya, hal ini bisa dilihat dari sikap dan tutur kata dari masing-masing paslon.
"Faktor puncak yang paling menentukan menurut saya adalah kehumble-an paslon, rendah hati atau arogan ? Pilihan bahasa dan narasi-narasi yang disampaikan masing-masing paslon memantulkan karakter hati paslon," ungkapnya.
Sebagai informasi, Pilkada Jakarta 2024 diwarnai dengan hadirnya tiga pasangan calon diantaranya Pramono Anung-Rano Karno, Ridwan Kamil-Suwono, dan paslon independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








