Gejolak Internal dan Dilema PDIP: Antara Oposisi atau Bergabung dengan Koalisi Prabowo

AKURAT.CO Dilema PDI Perjuangan (PDIP) dalam menentukan arah politik untuk lima tahun mendatang dinilai muncul akibat perbedaan pandangan di antara para pimpinan partai banteng yang memicu gejolak internal.
Pengamat politik dari Indonesian Politic Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mengatakan, salah satu elite PDIP yang gencar cari muka kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi), adalah Puan Maharani.
Hal itu membuat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekaenoputri, menjadi cukup bimbang karena Puan sangat gencar terlihat ingin masuk koalisi Prabowo.
Baca Juga: Menjelang Pelantikan, Pertemuan Megawati-Prabowo Jadi Sorotan: Kapan Terlaksana?
“Kondisi saat ini anomali, di mana internal PDIP sendiri tidak solid, tokoh paling gencar berharap dan menebar pesona untuk masuk koalisi Prabowo, termasuk pembela paling vokal Jokowi di PDIP adalah Puan Maharani, sehingga cukup dramatis menemukan kesepakatan antara Puan dan Megawati dalam tentukan sikap,” katanya kepada Akurat.co, Jumat (27/9/2024).
Di sisi lain, Dedi menilai, sejauh ini Megawati konsisten untuk bisa berseberang dengan kekuasaan jika mereka kalah Pemilu.
“Bahkan tidak sekali Megawati berani kritik penguasa pasca Pemilu dalam forum resmi PDIP, misalnya menghardik (Kapolri) Listyo Sigit, lalu menebar isu ada pihak yang ingin kuasai PDIP, semua ditujukan pada Jokowi,” jelasnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Fasilitas Kesehatan di Daerah-daerah
Puncaknya, kata Dedi, PDIP tidak berbuat banyak di Pilkada 2024, terkesan ada tekanan yang secara langsung di rasakan.
“Dengan situasi itu, PDIP tidak sekuat periode lalu, ada kesan mereka bisa dikendalikan penguasa melalui Puan,” ucap Dedi.
Situasi inilah yang menurutnya membuat PDIP sulit menentukan sikap, apakah akan oposisi atau tergoda masuk ke koalisi pemerintahan.
“Pilihannya sulit, bergabung dengan pemerintah, atau berseberang tetapi tidak berkutik,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








