Kunjungan Bersejarah ke Uni Eropa, Prabowo Pacu Akselerasi CEPA dan Kemitraan Strategis

AKURAT.CO Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke markas besar Uni Eropa di Brussels menjadi babak penting dalam upaya memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Uni Eropa.
Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa António Costa, serta Raja Belgia, Yang Mulia Raja Philippe.
Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri RI, kunjungan ini dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk menyampaikan sikap Indonesia terhadap berbagai isu global, mulai dari dinamika geopolitik, reformasi tata kelola global, hingga pentingnya kerja sama antar kawasan yang menjunjung tinggi prinsip kedaulatan dan kepentingan nasional.
Salah satu agenda kunci dalam lawatan ini adalah mendorong percepatan penyelesaian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) Indonesia-Uni Eropa, yang telah berlangsung hampir satu dekade.
“Presiden Prabowo diperkirakan akan mendorong tercapainya kesepakatan politik di tingkat pemimpin sebagai fondasi menuju penyelesaian CEPA pada September 2025,” tulis Kemlu dalam keterangannya, Minggu (13/7/2025).
CEPA dinilai sebagai instrumen penting dalam membuka akses pasar yang lebih luas, memperkuat rantai pasok strategis, dan meningkatkan nilai tambah kerja sama ekonomi antara kedua kawasan.
Baca Juga: Sinergi Pusat-Daerah: Mendagri dan Wali Nanggroe Dorong Akselerasi Pembangunan Aceh
Selain isu perdagangan, Presiden juga akan menyuarakan agenda-agenda prioritas nasional, seperti kemandirian pangan dan energi, transformasi industri hilirisasi, hingga kolaborasi dalam riset dan inovasi, khususnya terkait transisi energi dan teknologi hijau.
Tak kalah penting, Presiden akan menekankan pentingnya penguatan konektivitas antar masyarakat (people-to-people connectivity), termasuk melalui kebijakan mobilitas yang lebih inklusif dan progresif.
Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Presiden Prabowo ke Uni Eropa sejak resmi menjabat sebagai Presiden RI.
Di tengah meningkatnya tensi perdagangan global dan kompleksitas tantangan lintas negara, langkah diplomatik ini dinilai strategis untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra sejajar yang aktif, visioner, dan solutif di kancah global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









