Pengamat: Konflik Internal Jadi Pemicu Rusdi Masse Hengkang dari NasDem

AKURAT.CO Politisi yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rusdi Masse, dikabarkan hengkang dari Partai NasDem dan berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menanggapi kabar tersebut, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai ada faktor ketidaknyamanan akibat konflik internal di tubuh NasDem.
Iwan menyebut dugaan tersebut menguat karena sebelumnya Rusdi Masse bersama Ahmad Ali sempat dilaporkan oleh kader internal Partai NasDem sendiri.
“Meski karier Rusdi Masse tengah berada di puncak, menggantikan Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, ia tetap memilih mundur. Ketidaknyamanan akibat konflik internal bisa menjadi faktor utama,” kata Iwan dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).
Menurut Iwan, secara kalkulasi politik, Rusdi Masse justru berada pada posisi yang sangat strategis di NasDem.
“Dalam hitungan politik, karier Rusdi Masse di NasDem sangat mentereng. Namun konflik internal, termasuk laporan dari kader sendiri, bisa menjadi alasan kuat hengkangnya Rusdi Masse,” ujarnya.
Selain konflik internal, Iwan juga menyinggung kemungkinan adanya tawaran politik yang lebih menguntungkan dari partai lain.
“Bisa jadi ada faktor transaksional. Tawaran politik maupun ekonomi yang lebih besar dan lebih sesuai dengan kepentingan Rusdi Masse dibandingkan yang ia dapatkan saat ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dinamika politik kerap diwarnai oleh kepentingan.
“Dalam politik tidak ada kawan atau lawan yang abadi. Yang abadi hanyalah kepentingan,” imbuhnya.
Baca Juga: Manfaat AI Agents Google yang Mengubah Cara Bekerja di 2026
Iwan juga menyoroti kemungkinan adanya faktor eksternal yang bersifat tekanan, termasuk potensi persoalan hukum.
“Tidak menutup kemungkinan ada tawaran sekaligus ancaman. Ancaman itu bisa berkaitan dengan persoalan hukum. Contohnya Ahmad Ali, setelah bergabung dengan PSI dan berada di lingkar Jokowi, sejauh ini relatif aman dari persoalan hukum,” tuturnya.
Lebih lanjut, Iwan menanggapi dugaan kepindahan Rusdi Masse ke PSI yang dipimpin Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo.
Ia menilai Rusdi Masse memiliki rekam jejak politik yang signifikan dan mampu menjadi aset penting bagi PSI.
“Tokoh seperti Ahmad Ali dan Rusdi Masse memiliki pengalaman membawa NasDem menjadi partai yang diperhitungkan, termasuk lolos ke parlemen dengan peningkatan suara signifikan,” tegas Iwan.
Menurutnya, kehadiran tokoh-tokoh tersebut berpotensi menjadi tulang punggung PSI menghadapi Pemilu 2029.
“Mereka bisa menjadi playmaker bagi PSI agar masuk parlemen dan berkembang menjadi partai besar,” ujarnya.
Sebelumnya, Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni membenarkan bahwa Rusdi Masse telah resmi mengundurkan diri dari Partai NasDem sejak awal Januari 2026.
“Benar, surat pengunduran diri sudah diterima DPP,” kata Sahroni, Minggu (25/1/2026).
Sahroni menyatakan, dengan mundurnya Rusdi Masse dari Partai NasDem, maka secara otomatis yang bersangkutan juga tidak lagi menjabat posisi struktural di DPR RI yang berasal dari fraksi NasDem.
“Terkait mekanisme dan langkah selanjutnya akan diumumkan secara resmi oleh DPP,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai dugaan Rusdi Masse bergabung dengan PSI, Sahroni mengaku memiliki perkiraan serupa.
“Dugaan saya demikian,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






